Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 29 Januari 2020 | 00:04 WIB

Tentang Putri Arab yang Ditipu WNI Senilai Rp512 Miliar

Team VIVA »
Jujuk Ernawati
Ahmad Farhan Faris
Foto :
  • effatuniversity.edu.sa
Putri Arab, Princess Lolwah binti Faisal

VIVA – Putri Arab, Princess Lolwah binti Faisal menjadi korban penipuan oleh warga negara Indonesia (WNI) inisial EMC alias Evie, dan EAH alias Eka sekitar USD36 juta atau sekitar Rp512 miliaar.

Princess Lolwah ditipu ketika mau beli tanah dan membangun vila di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Padahal, korban sudah mengirimkan uang sebesar USD36.106.574,84 atau sebesar Rp505.492.047.760 sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018.

Baca Juga

Selain itu, pelaku juga menawarkan sebidang tanah kepada Princess Lolwah seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya. Begitu korban kirim uang ke tersangka sebesar US$500 ribu, ternyata pemiliknya tidak pernah mau menjual tanah tersebut.

Lalu, siapa Princess Lolwah? Berikut profil tentang Princess Lolwah yang menjadi korban penipuan warga negara Indonesia, seperti dikutip dari sejumlah sumber pada Selasa, 28 Januari 2020.

Terpopuler

Putri Raja Faisal

Lolwah atau Lolowah binti Faisal, lahir tahun 1948. Ia merupakan putri dari Raja Saudi Faisal dengan istri keduanya, Ratu Effat Al-Thunayan dan dibesarkan di sebuah istana di Ta'if.

Seperti anak-anak Faisal lainnya, ia dididik di luar negeri dan sekolah di Lausanne, Swiss. Lolwah menikah dengan salah satu sepupunya, dan memiliki tiga anak. Ia adalah saudara perempuan Menteri Luar Negeri Pangeran Saud, dan eks Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat.

Aktivis perempuan di Arab

Putri Lolwah dianggap sebagai salah satu anggota wanita keluarga Kerajaan Saudi yang paling terlihat secara publik. Dia telah mengabdikan hidupnya untuk meningkatkan kesejahteraan wanita di Arab Saudi, khususnya di bidang pendidikan. Dia dikenal sebagai aktivis terkemuka untuk pendidikan wanita dan masalah sosial lainnya di Arab Saudi. 

Dia bergabung sebagai anggota Masyarakat Filantropi Perempuan Al-Nahdah untuk wanita di Riyadh sejak 1970. Dari tahun 1990 hingga 1999, ia membantu ibunya Ratu Effat dalam mengawasi Sekolah Dar Al-Hanan di Jeddah, sekolah menengah swasta pertama di Arab Saudi. Bersama ibu dan saudaranya, ia membantu mendirikan Effat College (sekarang Universitas Effat) tahun 1999.

Dia terlibat dalam semua fase pendirian perguruan tinggi, dari mengumpulkan dana, mengembangkan kurikulum, mengawasi konstruksi hingga mempekerjakan staf pengajar. Kini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pendiri dan Dewan Pengawas Universitas, serta Pengawas Umum Universitas.

Baca juga:

Yenny Wahid Komisaris Garuda, Said: Tunjukan Bukan karena Terima Kasih

Menkumham Yasonna Copot Dirjen Imigrasi Ronny Sompie

Korban Virus Corona Bertambah, RI Keluarkan Travel Warning ke Hubei

Kiprahnya di dunia internasional

Putri Lolwah mempersilahkan media Barat untuk memfotonya pada tahun 2005. Tahun 2007, Lolwah berbicara menentang larangan mengemudi bagi perempuan di Arab Saudi dalam Forum Ekonomi Dunia.

Selain mengadvokasi lebih banyak hak untuk wanita Saudi, ia juga bekerja melawan kesalahpahaman tentang wanita di Arab Saudi yang ada di Barat. Dia bersikeras bahwa wanita Muslim diberi hak yang sama, tetapi tidak harus sama dengan pria.

Di berbagai forum internasional, Lolwah mewakili Arab Saudi. Kini, ia menjabat sebagai anggota Komite Perdagangan Internasional Kamar Dagang dan Industri Saudi.

Tahun 2006, putri yang fasih berbicara bahsa Inggris dan Prancis ini memimpin delegasi pengusaha wanita Saudi ke Hong Kong. Dia berpartisipasi dalam misi perdagangan Saudi di luar negeri, menemani anggota keluarga kerajaan senior Saudi dalam perjalanan diplomatik.

Gelar

Dia pernah mendapatkan penghargaan dalam Arab Woman Award pada tahun 2014 karena kepeduliannya di bidang pendidikan. Dia juga pernah mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters atas kerja kerasnya memajukan kedudukan perempuan di Arab Saudi pada 2009 dari Mount Holyoke College.

Dia juga dianugerahi gelar Doktor Kehormatan di bidang Teknik oleh Universitas Tokai, Jepang pada 2011 karena mengenalkan sains dan teknologi kepada kaum Hawa sekaligus ebagain pengakuan bahwa Universitas Effat menjadi yang pertama menawarkan gelar teknik kepada perempuan di Arab Saudi.

Princess Lolwah juga diganjar gelar Doktor Kehormatan pada tahun 2013 oleh University of Salford UK. Gelar itu diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi seumur hidupnya demi meningkatkan kesejahteraan perempuan di Arab Saudi dan kontribusinya yang luar biasa untuk pendidikan.

Topik Terkait
Saksikan Juga
60 WNI Terjebak di Kapal Pesiar Mewah Italia
TVONE NEWS - 8 hari lalu