Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 18 Februari 2020 | 06:18 WIB

Kisah Dokter Nova saat Ahok Hampir Meninggal di Penjara

Team VIVA »
Bayu Adi Wicaksono
Foto :
  • BTP
Basuki Tjahaja Purnama atau BTP.

VIVA – Pembaca setia, kemarin Senin 17 Februari 2020, Komisaris Utama PT Pertamina Persero, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP atau Ahok telah meluncurkan buku perjalanan kehidupannya selama mendekam di penjara Markas Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat.

Nah di acara itu, ternyata Ahok bercerita panjang lebar tentang apa yang pernah dialami selama menjalani masa hukuman di dalam sel. Banyak sekali kisah hidup mantan Gubernur DKI Jakarta itu ungkapkan secara gamblang.

Baca Juga

Kemarin itu, VIVA.co.id juga sudah cukup banyak menerbitkan kisah-kisah kehidupan Ahok. Hanya saja rupanya tak cukup waktu sehari menyiarkannya kepada pembaca secara keseluruhan.

Sebab itulah hari ini, Selasa 18 Februari 2020, redaksi kami akan menayangkan beberapa kisah hidup Ahok yang tentunya menarik untuk dibaca. Apalagi kisah-kisah ini baru kali ini lho dikisahkan Ahok sejak dia mulai menghirup udara bebas.

Terpopuler

Yang pertama yakni kisah tentang Ahok yang hampir meninggal dunia karena mengalami stres yang amat parah. Lalu secara tak terduga nyawa selamat karena seorang dokter.

Jadi ceritanya begini, suatu hari tensi tubuh Ahok mendadak drop drastis. Bahkan, dia hampir saja meninggal dunia di dalam tahanan.

Menurut Ahok, penyebabnya ialah dia mengalami stres yang amat parah yang memicu tensi tubuhnya anjlok.

"Saya pernah tensi saya 70/50 hampir mati. Karena stres di titik nadir  saya. Jadi semua masalah itu ada titik nadirnya.kalau kata psikolog. kalau kita tidak bisa naik sampai titik nadir, jadi gila orang itu. Kita depresi, nah kalau di bisa naik, ya dia balik lagi lah. Jadi kuat, jadi langsung dia hidup karena bisa move on," kata Ahok mengawali kisah itu.

Dalam kondisi itu, Ahok sangat beruntung sebab selama menjalani masa hukuman, ada dokter khusus yang bertugas untuk mengurusi masalah kesehatannya.

Dalam kondisi tubuh yang sudah tak menentu akibat penurunan tensi itu, petugas mendatangkan dokter khusus itu. Ahok menyebut dokter itu seorang perempuan bernama dokter Nova.

Ahok mengatakan, dokter itu sangat baik dan disebutnya sebagai salah satu dokter terbaik yang pernah dia temui selama ini.

"Untung saya punya satu dokter, dokter Nova itu, pakai jilbab full, kita agak takut juga, dokter Bimob kan. Saya cek rutin tiap minggu. Pas tensi saya lagi drop dipanggil dokter itu. Ini dokter top banget," ujar Ahok.

Setiba di tempat perawatan Ahok di ruang tahanan, dokter itu meminta Ahok untuk duduk, setelah itu dia memberikan Ahok segelas minuman teh manis hangat. Dan Ahok pun meminumnya

Sejurus kemudian, tiba-tiba saja dokter itu menanyakan sesuatu kepada Ahok, dan pertanyaan itu sangat jauh hubungannya dengan kondisi kesehatan Ahok saat itu.

"Terus dia tanya saya gini, 'Pak Ahok sayang bingung juga sama Pak Ahok, kok bisa kepikir ada pasukan kuning, oranye, biru, hijau terus mengatur seperti itu'," kata Ahok menirukan cara dokter itu bertanya padanya.

Ahok sempat terkejut. Namun, entah kenapa, tiba-tiba semangatnya muncul dan bergelora untuk berkisah kepada sang dokter tentang pasukan-pasukan berseragam warna warni yang dibentuk ketika masih menjabat sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Setelah menceritakan semua kisah tentang pasukan oranye cs itu, sebuah kejadian tak terjangkau akal pikiran manusia bisa terjadi. Tensi tubuh Ahok mendadak perlahan naik ke level lebih baik.

"Wah langsung saya ceritakan, langsung dicek tensi sudah 90. sudah naik 70/90," ujar Ahok.

Tak berapa lama kemudian, usai memeriksa tensi Ahok yang telah naik, dokter itu pun memutuskan untuk menyudahi penanganan medis terhadap Ahok, dia lalu meninggalkan Ahok yang perlahan pulih.

"Terus dia bilang, 'sudah saya tinggal dulu ya'. Dia sudah yakin pasti naik nih," kata Ahok.

Dari kejadian itu, Ahok mengatakan semua yang dialaminya itu terjadi akibat pikirannya telah dikuasai rasa benci dan kesal kepada orang lain. Dan kata Ahok, obat penawar dari semua itu tak sulit.

"Properti paling berharga itu adalah pikiran. kita benci orang kita kesal sama orang, itu memudahkan dia menguasai pikiran kita. Semua berbicara pikiran dan hati. Jadi kita hadapi apapun, kontrol pikiran dan hati," ujarnya.

Baca: Djarot Ungkap Kisah Menakutkan Saat Ahok Dijebloskan ke LP Cipinang

 

Topik Terkait
Saksikan Juga
CEO Ibu Kota Baru, Vaksin Corona dan Harlah NU Ditolak
BERITA - sekitar 1 bulan lalu