Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 9 Maret 2019 | 05:42 WIB

Tim Prabowo: Jokowi Naik KRL Bagian Strategi Mendatangi Keramaian

Team VIVA »
Hardani Triyoga
Foto :
  • Twitter.com/@yusuf_dumdum
Presiden Joko Widodo (tengah) saat menaiki kereta listrik atau KRL di Jakarta, 6 Maret 2019.

VIVA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyindir capres Prabowo Subianto yang buka baju saat kampanye di Subang, Jawa Barat. Kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) pun merespons dengan mengkritik gaya Jokowi yang naik transportasi KRL di jam sibuk.

"Saya melihat yang dilakukan Jokowi pulang naik KRL bagian strategi mendatangi keramaian. Karena semua orang tahu jam segitu jam penuh padat naik KRL, betul-betul berdesakan. Saya pernah naik KRL, padat betul, bergelantungan, berdesakan," kata anggota BPN, Ferdinand Hutahaean kepada VIVA, Jumat malam, 8 Maret 2019.

Baca Juga

Ferdinand menyindir upaya Jokowi ini dilakukan mungkin karena banyak acara Jokowi yang sepi. Maka itu, kata dia, eks Gubernur DKI itu ingin mendapatkan situasi yang ramai. Bagi dia, cara ini, seperti bagian kampanye yang dilakukan Jokowi.

"Setelah acaranya sepi-sepi aja, Pak Jokowi ingin mendapatkan situasi yang ramai, mungkin Jokowi rindu keramaian saat itu. Tapi, itu bagian dari strategi bagian dari kampanye,  apakah gagal atau tidak itu ya biar masyarakat yang menilai," jelas Ferdinand.

Terpopuler

Baca: Prabowo Lepas Baju di Alphard, TKN: Menjauhkan Diri dengan Rakyat

Terkait cara Prabowo lepas baju di mobil Alphard, ia mengklarifikasinya. Ia mengatakan capres nomor urut 02 itu melepas baju di dalam mobil yang kemudian memberikan ke masyarakat. Ferdinand heran dengan ucapan TKN yang menyindir gaya Prabowo di Alphard menjauhkan dari masyarakat.

"Sosok Prabowo itu mengerti etika. Tak mungkin lepas baju di atas Alphard karena ada ibu-ibu, anak gadis. Itu bukan menjauhkan diri dengan rakyat," tutur Ferdinand.

Sindiran TKN

VIVA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyindir capres Prabowo Subianto yang buka baju saat kampanye di Subang, Jawa Barat. Kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) pun merespons dengan mengkritik gaya Jokowi yang naik transportasi KRL di jam sibuk.

"Saya melihat yang dilakukan Jokowi pulang naik KRL bagian strategi mendatangi keramaian. Karena semua orang tahu jam segitu jam penuh padat naik KRL, betul-betul berdesakan. Saya pernah naik KRL, padat betul, bergelantungan, berdesakan," kata anggota BPN, Ferdinand Hutahaean kepada VIVA, Jumat malam, 8 Maret 2019.

Ferdinand menyindir upaya Jokowi ini dilakukan mungkin karena banyak acara Jokowi yang sepi. Maka itu, kata dia, eks Gubernur DKI itu ingin mendapatkan situasi yang ramai. Bagi dia, cara ini, seperti bagian kampanye yang dilakukan Jokowi.

"Setelah acaranya sepi-sepi aja, Pak Jokowi ingin mendapatkan situasi yang ramai, mungkin Jokowi rindu keramaian saat itu. Tapi, itu bagian dari strategi bagian dari kampanye,  apakah gagal atau tidak itu ya biar masyarakat yang menilai," jelas Ferdinand.

Baca: Prabowo Lepas Baju di Alphard, TKN: Menjauhkan Diri dengan Rakyat

Terkait cara Prabowo lepas baju di mobil Alphard, ia mengklarifikasinya. Ia mengatakan capres nomor urut 02 itu melepas baju di dalam mobil yang kemudian memberikan ke masyarakat. Ferdinand heran dengan ucapan TKN yang menyindir gaya Prabowo di Alphard menjauhkan dari masyarakat.

"Sosok Prabowo itu mengerti etika. Tak mungkin lepas baju di atas Alphard karena ada ibu-ibu, anak gadis. Itu bukan menjauhkan diri dengan rakyat," tutur Ferdinand.

Sindiran TKN

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, sebelumnya menyindir aksi buka baju Prabowo saat kampanye di Subang. Ia menilai Prabowo berada di atas Alphard justru menunjukkan jaraknya dengan rakyat.

"Di kubu sebelah sana naik mobil mewah membuka kap mobilnya kemudian membuka bajunya. Ada jarak yang begitu jauh antara rakyat dengan calon pemimpinnya," kata Ace di gedung DPR, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Ace menambahkan, aksi Prabowo tersebut juga bukan sebuah entertaint. Bahkan, kata Ace, tak memiliki makna apa-apa. Berbeda dengan cara Jokowi yang menaiki KRL saat ke Bogor. "Berbeda dengan Pak Jokowi, beliau berinteraksi langsung dengan rakyat, dengan cara berbaur naik KRL," kata Ace.

Capres petahana Jokowi juga sudah menjelaskan alasan dirinya naik KRL saat hendak pulang ke Bogor pada Rabu, 6 Maret 2019. Alasannya, Jokowi ingin mengetahui langsung kondisi transportasi massa seperti KRL saat jam sibuk.

Jokowi juga menambahkan dirinya disarankan naik KRL jam sibuk. Ia pun coba saran itu secara mendadak.

"Ada yang menyampaikan ke saya, 'Pak kalau mau nyoba KRL itu naik jam 06.00 sampai jam 08.00 pagi dan kalau sore itu jam 16.00 sampai jam 18.00.' Jadi, dadakan saja kemarin pas acara ada menyampaikan itu dadakan saja sudah langsung loncat naik di Tanjung Barat. Di dekat Lenteng Agung," kata Jokowi usai peresmian Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Jumat, 8 Maret 2019.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Jokowi Belum Putuskan Pengganti Imam Nahrawi
TVONE NEWS - 13 jam lalu