Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 24 Juni 2019 | 21:51 WIB

Golkar Ingin Kabinet Cukup dari Koalisi Jokowi

Team VIVA »
Eko Priliawito
Agus Rahmat
Foto :
  • Dok. Golkar
Ketum Golkar Airlangga Hartarto bersama Presiden Jokowi

VIVA – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa masalah kabinet di periode kedua Presiden Joko Widodo, akan segera dibahas setelah ada keputusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan sengketa pilpres 2019 yang akan diumumkan pada Kamis, 27 Juni 2019.
 
"Kita menunggu hasil MK. Sesudah hasil MK tentu ada pembahasa lanjutan, dan beberapa hal tentu komunikasi dengan Bapak Presiden, kita tunggu komunikasi lanjutan," kata Airlangga, di Istana Negara, Jakarta, Senin 24 Juni 2019.

Apakah nantinya Presiden Jokowi hanya akan mempertimbangkan menteri dari kalangan koalisi pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin, Airlangga belum mengetahui hal itu secara pasti.

Baca Juga

Menurutnya, sampai kini partai koalisi juga masih menunggu hasil di MK dan belum membicarakan soal kabinet secara serius dengan Jokowi. Apalagi dengan wacana untuk menarik masuk mereka yang berasal dari luar koalisi.

Tapi menurut Airlangga, persoalan kabinet yang nanti duduk di pemerintahan, sebaiknya hanya dari partai koalisi saja. Meski secara pribadi, dia tidak mempersoalkan kalau nantinya juga ada opsi penambahan dari luar koalisi.

Terpopuler

"Kalau sekarang pemerintah tentu cukup dengan yang ada, tapi menambah kekuatan tidak ada salahnya juga," katanya.

Airlangga yang juga Menteri Perindustrian ini mengatakan, setelah kabinet di pemerintah selesai, maka kelanjutannya adalah soal posisi di parlemen. Baik itu di DPR maupun di MPR. Kata dia, lazimnya untuk ketua DPR adalah partai pemenang, yakni PDI Perjuangan. Disusul empat partai di bawahnya yakni Golkar, Gerindra, PKB, dan Nasdem.

"Itu paket di DPR. Kalau paket di MPR itu biasanya ada pemilihan paket, karena plus DPD di situ," katanya.

Sejauh ini, setidaknya dua partai yang disebut-sebut merapat ke pemerintahan. Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional. Namun, wancana ini belum mendapat lampu hijau dari partai koalisi pengusung Jokowi-Amin.

Sementera terkait usulan agar Partai Gerindra juga ditarik masuk dalam koalisi pemerintahan, Airlangga belum mau menyampaikan spekulasi ini.

"Ya nanti kita lihat, itu masih dinamis," katanya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Presiden Menjabat 8 Tahun?
TVONE NEWS - 2 hari lalu