Saut Situmorang Mundur dari KPK, Jokowi Berkomentar

Saut Situmorang KPK
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Saut Situmorang mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019. Surat tersebut beredar setelah lima pimpinan baru KPK periode 2019-2023 ditetapkan oleh Komisi III DPR.

Lima pimpinan baru KPK itu, yakni Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Dalam memimpin lembaga antirasuah teresebut, Firli akan didampingi oleh Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pamolango dan Lili Pintauli Siregar.

Adapun pengunduran diri Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK tersebut disampaikan lewat surat elektronik. Dan hal itu dibenarkan oleh Penasihat KPK Tsani Annafari, namun dia enggan menjelaskan secara rinci terkait hal tersebut.

"Ada email itu. Tapi tanya beliau saja," kata Tsani ketika dikonfirmasi, Jumat, 13 September 2019, seperti dikutip dari VIVAnews.

Dalam surat itu, Saut menyatakan mundur sebagai pimpinan KPK terhitung mulai Senin pekan depan, 16 September 2019. Sebab pada akhir pekan ini, 14-15 September 2019, dia masih ada kegiatan di Yogyakarta.

Dia menyampaikan maaf dan terima kasih kepada semua pimpinan KPK jilid IV, yakni Agus Raharjo, Basari Panjaitan, Alexander Marwata, dan Laode M Syarif. Dia juga menyatakan hal yang sama kepada seluruh jajaran struktural KPK hingga driver-nya selama hampir empat tahun ia mengabdi di sana.

"Saya tahu beberapa di antara teman-teman pasti pernah sebel bingit sama saya karena style saya. Saya mohon maaf karena dalam banyak hal memang kita harus membedakan antara Cemen dengan penegakan 9 nilai KPK yang kita miliki (Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani dan Adil) yang kita tanamkan dan ajarkan selama ini, sebagai bagian dari nilai di KPK yaitu RI-KPK (Religius, Integritas,Kepemimpinan, Profesional dan Keadilan). Mari kita pegang itu sampai kapan pun," tulisnya.

Saut juga telah menitip ID Card dan asuransi. Selain itu, dia minta agar alamat email, akses dan lainnya dihapus.

"Buat mas Yudi (Ketua WP tetaplah konsisten bro, antum masih komandan) Kunci sepeda yang saya sumbangkan untuk Doa dan Momentos/Harapan kita agar siapa pelaku kejahatan atas Novel (Baswedan) bisa ditemukan, saya titipkan di Mbak Arien (with thanks)," tulis Saut.

Dia juga berterima kasih kepada pihak yang telah menata jadwal serta kegiatan pimpinan KPK. Begitu juga kepada tim protokol hingga Biro Hukum. Kepada semua koordinator wilayah, Saut memberikan semangat untuk tetap menjaga Indonesia dari Timur hingga Barat.

"Seperti yang sering saya ucapkan berkali kali di depan kepala daerah (gubernur, walikota/bupati, DPRD) kita hadir untuk menjaga orang-orang baik agar tetap baik, semangatlah meningkatkan intervensi kita pada: www.korsupgah.kpk.go.id dan lakukan terus inovasi termasuk tim Korsupdak dengan komandan mas Setyo (bantu terus koordinasi supervise kasus kasus mangkrak di daerah karena rakyat lokal membutuhkan itu selesai)," tuturnya.

Secara khusus, dia juga menyampaikan kepada teman-teman yang saban Jumat melakukan oikumene di ruang konferensi pers untuk tetap memegang sembilan nilai dan RI serta KPK sampai kapan pun.

"Ingat-ingat pesan beberapa Pendeta yang pernah kita undang ke KPK sebagai pegangan.Terima kasih buat semua, maaf kalau saya belum bisa ikut aktif melayani, hanya sebagai jemaat saja. Tuhan Yesus memberkati kita semua sampai kapan pun. Terakhir salam dari istri saya Liesdiana Brahmana, My princes Melissa serta putra saya Michael Ong/Cyndi.Tuhan memberkati kita semua. Amin, salam. SS," tulis Saut.

Sementara itu terkait pengunduran diri Saut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa itu haknya untuk tetap bertahan atau mundur sebagai pimpinan lembaga antirasuah.

"Untuk mundur dan tidak mundur adalah hak pribadi seseorang," kata dia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 September 2019, seperti dikutip dari VIVAnews.