Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 13:28 WIB

Jokowi Cuma Punya Waktu 5 Tahun Regenerasi Politik Lewat Gibran

Foto :
  • bbc
- BBC News Indonesia/Fajar Sodiq

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, mengaku ikut bersaing memperebutkan kursi wali kota Solo, tanpa bantuan ayahnya. Klaim ini diragukan seorang pengamat. Tapi, seberapa besar peluang Gibran?

Keseriusan ini ditunjukkannya dengan kunjungannya ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Kamis (24/10), setelah upayanya untuk mencalonkan diri mendapat halangan di tingkat daerah.

Baca Juga

Alasannya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Solo sudah memiliki calon sendiri, yaitu pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Keduanya politikus senior di wilayah itu.

Namun demikian, Gibran menemui Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri yang dinilai sebagai upanya untuk mendapatkan restu alias tiket dari DPP PDI-P untuk dapat maju ke Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Solo, tahun depan.

Terpopuler

"Saya sampaikan keadaan di Solo seperti apa. Saya sampaikan keseriusan saya untuk maju (Pilwakot Solo)," kata Gibran kepada media usai menemui Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).

Sementara, salah-seorang pengurus DPP PDI Perjuangan, Arief Wibowo mengatakan, tiket bakal calon wali kota Solo untuk Gibran akan ditentukan dalam rapat pengurus DPP.

Sebelum memilih bakal calon kepala daerah, PDI Perjuangan akan melakukan survei, penelusuran jejak rekam, hingga kapasitas dan kapabilitas.

"Ada banyak penilaian," kata Arief Wibowo kepada BBC Indonesia, Jumat (25/10).

Sejauh mana restu dari DPP PDI-P itu akan turun kepada Gibran, Arief Wibowo mengatakan:

"Kita ini partai tertib. Sudah enggak bisa lagi mengikuti kemauan orang per orang. Kalau kemauan orang per orang di partai itu sudah tidak ada. Kecuali, prerogratif ketua umum (Megawati)."

Di tempat terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo, tidak mempersoalkan pertemuan antara Gibran dengan Megawati di Jakarta, walaupun dia bersikukuh tetap mencalonkan pasangan Purnomo-Teguh dalam pemilihan wali kota Solo 2020. Menurutnya, nama pasangan itu muncul hasil aspirasi dari semua pengurus tingkat PAC di Solo.

"Nama itu muncul karena aspirasi dari tingkat anak ranting, ranting, dan lima PAC di Solo. DPC hanya menyerahkan nama pasangan itu ke Jakarta," ujar Rudy - panggilan FX Hadi Rudyatmo - yang juga menjabat Wali Kota Solo.

Ia pun tidak mau berandai-andai terkait hasil rekomendasi yang akan dikeluarkan DPP PDI Perjuangan terkait calon yang akan diusung partai ini. Jika ternyata hasil yang dikeluarkan berbeda dengan yang diajukannya, Rudy mengaku telah memiliki keputusan sendiri - tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Seberapa besar peluang Gibran memenangi kursi wali kota Solo?

Seorang pengamat politik menilai peluang Gibran sangat besar menjadi Wali kota Solo, karena pengaruh bapaknya, yaitu Jokowi. Pengamat Politik dari Univesitas Indonesia, Delia Wildianti menilai kecil kemungkinan Gibran ditolak mendapatkan tiket bakal calon wali kota Solo.

Menurutnya, lulusan University of Technology Insearch, Australia ini memiliki keistimewaan sebagai anak Presiden Jokowi. Selain itu, popularitas Gibran sudah teruji, termasuk prestasinya sebagai pengusaha kuliner, kata Delia.

"Di Solo sendiri, Pak Jokowi masih sangat dihormati," kata Delia kepada wartawan Muhammad Irham untuk BBC News Indonesia, Jumat (25/10).

Delia melanjutkan, meskipun DPC PDI Perjuangan Solo sudah memiliki calon sendiri, tapi penentuan calon wali kota tetap berada di tangan elit, khususnya Megawati Soekarnoputri.

"Menolak Gibran di posisi privilege tadi, sulit juga," katanya.


"Misal di katering saya punya CSR kursus Bahasa Inggris. Itu muridnya sudah ribuan. Kalau saya jadi pengusaha cuma ribuan itu saja yang bisa saya bantu," ujarnya menjelaskan alasannya akhirnya terjun ke politik. - Getty Images

Meskipun nampak ketegangan antara DPC Solo dengan Gibran, tapi kata Delia, semuanya bisa diselesaikan melalui mekanisme internal PDI Perjuangan.

"Bagaimana kemudian ada win-win solution dengan calon yang sudah muncul, saya rasa tapi itu bisa diselesaikan di internal partai," katanya.

Gibran mengaku lobi politik dilakukan untuk mendapatkan tiket Pilwakot Solo atas inisiatif sendiri. Dalam sejumlah kesempatan, Gibran mengaku maju pilwakot atas kehendak sendiri. Tak ada campur tangan dari Jokowi, katanya.

"Pokoknya bapak enggak pernah memaksa apa pun, enggak pernah mengarahkan harus ke sini, harus ke sana, enggak. Semuanya bebas. Semuanya, yang penting harus mandiri," kata Gibran kepada wartawan Fajar Sodiq di Solo untuk BBC News Indonesia, pekan lalu.

`Jokowi yang memudahkan jalan Gibran`

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Delia Wildianti meragukan itu semua atas kehendak Gibran semata. Ia menyitir pernyataan Gibran yang pernah menolak masuk politik.

Janggal, kata Delia, Gibran yang semula tidak tertarik berpolitik, tiba-tiba menyatakan penuh tekad untuk maju dalam Pilwakot Solo.

"Saya rasa, pengaruhnya yang paling besar adalah kesempatan Jokowi untuk memudahkan jalan ini," kata Delia.

Keluarga Jokowi dinilai hanya punya kesempatan besar untuk meregenerasi politik lima tahun ke depan, saat mantan wali kota Solo ini menjabat presiden untuk periode kedua, ujarnya. Sebab, setelah lengser dari takhta, Jokowi tetap populer, tapi tak cukup berkuasa untuk menempatkan seseorang dalam jabatan strategis.

"Pasca ini konstelasi berubah, politik berubah, posisi Jokowi juga berubah," kata Delia.

Delia membandingkan dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap terlambat menempatkan anaknya dalam posisi strategis di pemerintahan.

"Kita lihat Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) belum berhasil meraih suatu posisi dalam skup pemerintahan, ya barang kali itu yang jadi pelajaran bagi Pak Jokowi," katanya.

Alasan Gibran ikut politik

Gibran Rakabuming mengatakan, dirinya kini terjun ke politik, karena menganggapnya lebih bermanfaat bagi banyak orang. Ia beranggapan jika hanya menjadi pengusaha, maka lingkup orang yang bisa dibantunya hanya terbatas.

"Misal di katering saya punya CSR kursus Bahasa Inggris. Itu muridnya sudah ribuan. Kalau saya jadi pengusaha cuma ribuan itu saja yang bisa saya bantu," ujarnya seperti dilaporkan wartawan Fajar Sodiq untuk BBC News Indonesia di Solo.

Sementara ketika menjadi kepala daerah, ia punya bayangan akan membantu orang lebih banyak lagi. "Tetapi, kalau saya terjun ke politik yang bisa saya bantu kalau di Solo ya 600 ribu orang melalui kebijakan saya," ungkapnya.

Gibran pun mengakui niat untuk terjun ke politik telah dilakukannya sejak menemui Wali Kota Slo FX Hadi Rudyatmo yang juga Ketua DPC PDIP Solo beberapa waktu lalu. Saat itu kedatangannya ke rumah dinas Wali Kota Solo untuk menanyakan perihal persyaratan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Solo melalui PDI Perjuangan.

"Saya katakan dari waktu saya bertemu ke Pak Wali Kota memang tujuan saya masuk politik dan mendaftar lewat PDIP," katanya.

Pendaftaran sebagai bakal calon Wali Kota Solo melalui PDI Perjuangan ditutup sejak 23 September 2019 lalu. DPC PDI Perjuangan Solo telah mengajukan nama pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Purnomo-Teguh. Tapi hal ini tak menutup langkahnya untuk melobi ke Teuku Umar.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Gibran Cawalkot Solo, Rocky Gerung Dilaporkan dan UN Dihapus
BERITA - 23 jam lalu