Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 15 Mei 2019 | 08:58 WIB

Cacar Monyet Picu Kematian? Ini Faktanya

Team VIVA »
Rochimawati
Diza Liane Sahputri
Foto :
  • Dok CDC Public Health
Ilustrasi manusia terinfeksi cacar monyet

VIVA – Monkeypox atau cacar monyet mulai meresahkan masyarakat Tanah Air, sejak kasusnya merebak di negeri tetangga Singapura. Namun, seberapa mematikan kah kondisi cacar monyet pada manusia?

Tampilan Monkeypox tak jauh berbeda dengan cacar air yang biasa ditemui. Virus ini menyebar melalui air liur, urine, dan feses. Dikutip dari Medicinenet, pada beberapa hari pertama pascapenularan, gejalanya akan nampak tak spesifik seperti demam, mual, dan lelah berlebihan. 

Baca Juga

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari. Setelah melewati tujuh hari pertama, lesi atau luka berlubang dan bernanah akan mulai berkembang di seluruh tubuh, dari wajah hingga kaki. Biasanya, cacar monyet ini berlangsung selama 14 hingga 21 hari.  

Ruam pada kulit muncul pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Terpopuler

Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas. Tak hanya itu, kelenjar getah bening juga akan membesar, seiring dengan perkembangan luka-luka berlubang tersebut.

Beberapa luka berlubang itu bisa menjadi nekrosis (sel mati) dan menghancurkan kelenjar sebasea, dan meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan. Meski begitu, cacar monyet memang tidak mematikan seperti cacar air.

Dikatakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, MKes, Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 – 21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

"Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox," ungkap Dirjen Anung dalam keterangannya yang dikutip VIVA, Rabu 15 Mei 2019.

Untuk penanganannya, Pusat Pengendalian dan Penanganan Penyakit milik Amerika Serikat, merekomendasikan pemberian vaksin dalam jangka dua minggu saat paparan cacar monyet masih berlangsung. Obat oral antivirus dan vaksin immuno globulin turut disarankan untuk makin meningkatkan sistem daya tahan tubuh. (asp)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Waspada Cacar Monyet Menyerang, Ketahui Gejalanya
TVONE NEWS - 3 bulan lalu