Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 22 Agustus 2019 | 05:00 WIB

Negara, Yogyakarta, dan Reformasi Jitu Wei Yang

Team VIVA »
Chinta
asmaradewo
Foto :
  • U-Report
Bangsal Yogyakarta | Foto Flickr

VIVA – Menjadi suatu negara yang kuat dan berdaulat adalah impian setiap negara. Dari berbagai sistem ideologi negara pun sepakat untuk memperjuangkan negara digdaya, entah itu negara kapitalisme ataupun sosialisme. Berhasil atau tidaknya suatu negara, pimpinan negara tertinggi menjadi faktor utamanya. Beberapa negara yang sempat bubar menjadi evaluasi negara lainnya untuk mewanti-wanti.

Indonesia salah satu negara yang sempat bergejolak sampai dua kali, tahun 1965 dan tahun 1998. Hasil dari reformasi 1998, ternyata belum mampu mengantarkan bangsa ini seperti yang dicita-citakan oleh para founding father kita.

Baca Juga

Kebijakan untuk kepentingan pemodal masih menghantui rakyat kecil. Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) tetap berbudaya di lingkungan pemerintahan. Seolah seperti urat nadi dalam darah bangsa kita, KKN mendarah daging. Akibatnya, lagi-lagi rakyat kecil yang menjadi korban pertama dari kecurangan-kecurangan tersebut.

Baca Selengkapnya ...

Terpopuler
Topik Terkait
Saksikan Juga
GBK KACAU! Suporter Timnas Indonesia Kepung Ultras Malaysia
BOLA - 11 hari lalu