Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 22 Mei 2019 | 10:37 WIB

Nasionalisme yang Bukan Kaleng-kaleng

Team VIVA »
Sumiyati
voxpopid
Foto :
  • U-Report
Ilustrasi nasionalisme.

VIVA – Saya mengambil kelas Ilmu Politik pertama saya di Amerika Serikat pada 2016, tepat pada waktunya untuk pemilihan presiden di Negeri Paman Sam tersebut. Suatu hari, muncul pertanyaan dari dosen, “What threatens democracy?

Tiba-tiba, terdengar cuitan teman dari belakang, “Nationalism.” Nasionalisme? Tidak salah? Apa saya salah dengar? Bukankah nasionalisme itu baik? Bagaimana nasionalisme yang notabene alat pemersatu bangsa bisa membahayakan atau bahkan merusak demokrasi? Bukankah malah sebaliknya?

Baca Juga

Setahu saya, kata nasionalis atau nasionalisme sendiri tidak mempunyai setitik pun konotasi negatif. Di Indonesia, siapapun bisa dan berhak bangga mengaku sebagai warga negara yang nasionalis. Dari bintang sinetron sampai ibu rumah tangga, dari ulama konservatif sampai pemusik hipster yang paling progresif sekalipun.

Baca Selengkapnya ...

Terpopuler
Topik Terkait
Saksikan Juga
Siapa Retas Akun Rocky?
TVONE NEWS - 6 jam lalu