Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 17 Juni 2019 | 17:18 WIB

Nilai Saham Bali United Melonjak, Arema FC dalam Bidikan

Team VIVA »
Riki Ilham Rafles
Foto :
  • VIVA/Riki Ilham Rafles
Bali United resmi melepas saham ke publik

VIVA – Bali United membuat gebrakan. Mereka resmi menjadi klub pertama di Indonesia yang melantai di bursa saham pada Senin 17 Juni 2019. Beberapa jam setelah peluncuran, harga saham pun melonjak.

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk melepas sebanyak dua miliar saham atau setara dengan 33,33 persen saham dengan harga penawaran perdana Rp175. Namun, tanpa diduga hingga 11.45 WIB, harga sama mereka mencapai Rp296.

Baca Juga

Reaksi publik atas pelepasan saham klub sepakbola Indonesia sangat positif. Hal itu membuat Bursa Efek Indonesia ingin mendorong lebih banyak klub yang mengikuti jejak Bali United.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengaku sudah berbicara dengan Arema FC untuk ikut melantai di bursa saham. Saat ini, manajemen tim berjuluk Singo Edan itu sedang merumuskannya di internal.

Terpopuler

"Intinya gini, Arema sudah kita approach dan mereka sekarang sedang concern internal dulu, mengenai apa saja yang sudah disiapkan," kata Nyoman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 17 Juni 2019.

Dorongan yang sama juga akan dilakukan oleh PSSI. Otoritas tertinggi sepakbola Indonesia itu berharap contoh baik yang diberikan Bali United bisa merangsang pemilik klub lainnya.

"Yang semacam ini kan harus kita fasilitasi, apa yang dilakukan Bali United, apa yang diperlukan melalui regulasi kita berusaha bantu semaksimal mungkin," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.

"Kita tak bisa mendorong pemilik klub lain untuk melakukan hal yang sama tanpa membuat suatu contoh. Hari ini sudah ada contohnya, nilainya naik luar biasa, ya semoga itu merangsang buat klub-klub lain," imbuhnya. (ren)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Macan Ompong! Entah Apa yang Merasuki Persija?!
LIGA INDONESIA - 2 hari lalu