Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 25 Juni 2019 | 05:32 WIB

Polemik Kandang Baru Milan dan Inter, Mengorbankan Warisan Sejarah

Team VIVA »
Satria Permana
Foto :
  • Twitter/@Inter
Pemain Inter Milan di Giuseppe Meazza.

VIVA – Rencana pembangunan stadion baru untuk AC Milan dan Inter Milan menuai kontroversi. Adanya wacana meruntuhkan San Siro, kandang lama keduanya, membuat geram pemerintah setempat.

Gubernur Milan, Beppe Sala, merasa keberatan dengan rencana dua klub kota mode itu untuk meruntuhkan San Siro. Sala lebih setuju, jika keduanya tak membangun stadion baru dekat San Siro.

Baca Juga

Dia lebih mendukung agar Milan dan Inter untuk memugar San Siro. Mengapa? Sala berpendapat, San Siro memiliki warisan sejarah yang begitu tinggi.

Pun, San Siro bakal dipakai pada 2026 mendatang untuk menggelar upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin.

Terpopuler

"Memang, area itu ikonik. San Siro tetap San Siro. Seluruh dunia tahu seperti apa San Siro dan kami tak mau pergi ke mana pun. Namun, kami berharap melihat pembukaan Olimpiade di stadion yang kami bangun. Banyak alasan mengapa kami bangun stadion baru," kata Presiden Milan, Paolo Scaroni, dilansir Sky Italia.

"Pertimbangan saya adalah, kami tak bisa berbagi stadion yang diperbaharui. Tak mungkin kami ambil alih pengelolaannya," lanjut dia.

Mengenai isu peruntuhan San Siro, Scaroni membantahnya dengan tegas. Sebab, Scaloni sadar San Siro masih milik pemerintah Milan.

Di sisi lain, CEO Inter, Alessandro Antonello, menyatakan pihaknya sudah lama merencanakan pembangunan stadion baru bersama Milan. Proyek bersama tersebut, diungkapkan Antonello, bakal dipresentasikan di hadapan pemerintah Milan.

"Kami adalah klub yang kaya sejarah. Tentunya, kami akan melanjutkan aksi di stadion lama, kemudian venue baru, yang mungkin bisa dipakai untuk Olimpiade 2026 nanti," jelas Antonello.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Beredar Video Gonzalo Higuain Berkostum AC Milan
BOLA - sekitar 1 tahun lalu