Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 24 Februari 2020 | 06:00 WIB

Kisah Anak Buruh Pabrik yang Kini Digaji Rp1,7 Miliar Perminggu

Team VIVA »
Zaky Al-Yamani
Foto :
  • metro.co.uk
Pemain Manchester United, Bruno Fernandes

VIVA – Hasil memuaskan dipetik Manchester United dalam laga lanjutan Premier League pekan ke-27, Minggu 23 Februari 2020. Menjamu Watford di Old Trafford, Setan Merah menang meyakinkan tiga gol tanpa balas.

Pemain anyar MU, Bruno Fernandes tampil cemerlang di laga ini. Dia menyumbang satu gol dan satu assist dalam kemenangan MU ini. Sementara dua gol kemenangan MU lainnya dicetak Anthony Martial dan Mason Greenwood.

Baca Juga

Kehadiran Fernandes diprediksi bakal membantu MU bangkit di paruh kedua Premier League musim ini. Pemain Portugal berusia 25 tahun ini resmi didatangkan MU dari Sporting Lisbon pada 31 Januari 2020 silam dengan nilai €55 juta.

Fernandes memang dianggap memiliki segala kelebihan yang dibutuhkan MU. Sebelumnya, manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, menyatakan secara statistik, gol dan assist yang diciptakan Fernandes memang cukup produktif.

Terpopuler

Tapi, bukan itu alasan yang membuat MU dan Solskjaer kepincut. Karakter Fernandes, disebut pria 46 tahun tersebut sangat dibutuhkan MU. "Karakternya yang membuat kami kepincut," ujar Solskjaer dilansir situs resmi klub.

"Itu menjadi salah satu elemen terpenting bagi kami merekrutnya. Kepribadian dan kualitas kepemimpinannya begitu mumpuni. Bruno akan menjadi tenaga fantastis bagi kami di putaran kedua ini," lanjut Solskjaer. 

Lahir di Kawasan Miskin

Bukan tanpa sebab kenapa Fernandes memiliki karakter yang sangat kuat. Sebab pemain kelahiran 8 September 1994 dan bertinggi badan 173 cm itu tinggal di kawasan miskin dengan kehidupan yang sangat keras.

Fernandes berasal dari latar belakang ekonomi miskin di kota industri Maia. Dia tinggal bersama orang tuanya, kakak lelaki Rodrigo dan adik perempuan Sara di sebuah apartemen sederhana di sebuah distrik di pinggiran kota.

Dilansir Daily Mail, ayahnya José bekerja di pabrik tekstil Piu Belle. Sang ayah dan ibu tidak bisa mengemudi, jadi sekretaris klub Infesta yang nyaris setiap hari membawa Fernandes ke stadion yang bobrok.

Fernandes diketahui memulai karier di akademi sepakbola Infesa (2002-2004). Saat banyak klub besar meminatinya, dia lebih suka bergabung dengan tim masa kecilnya, FC Porto. Sayang hal itu tidak terjadi.

Tawaran transportasi pulang-pergi Boavista menuju tempat pelatihan, membuat keluarganye memilih Boavista (2004-2012). Ketika ia beralih ke tim B Boavista, ADR Pasteleira, tugas mengemudi jatuh ke pelatih U-15, Antonio Peres setiap hari.

Peres mengungkapkan, bagaimana karakter kuat Fernandes sudah terlihat sejak belia. Fernandes tidak pernah mau kalah berduel meski memiliki tubuh mungil. Dari pada terlihat lemah, dia malah sangat agresif.

"Dia seperti kuda liar. Dia memiliki rambut panjang seperti seorang gadis, tapi dia seorang pemberontak. Dia belajar bermain sepakbola di jalanan dan pertarungannya, karakternya, bahasanya berasal dari jalanan," kata Peres.

“Ada banyak persaingan untuk posisi bermain. Terkadang dia melampaui batas saat pelatihan. Dia akan bertarung dengan rekan satu timnya dan saya harus mengirimnya keluar dari sesi latihan untuk menenangkan dirinya."

Fernandes kemudian memulai karier seniornya di Novara (2012-2013). Dilanjutkan dengan memperkuat Udinese (2013-2016) dan Sampdoria (2016-2017). Karier Fernandes mulai bersinar sejak dia memilih pindah ke Sporting Lisbon (2017-2020). 

Meski banyak klub elite Eropa yang kepincut dengan performanya, Fernanders akhirnya lebih memilih MU sebagai klub barunya. Dia resmi dineli MU pada 31 Januari 2020 silam dengan nilai transfer €55 juta.

Tidak hanya itu, dia juga mendapat gaji fantastis di MU. Seperti dilansir The Sun, Dia dikabarkan digaji £100 ribu perpekan. Atau setara dengan Rp1,79 miliar. Dia pun masuk jajaran pemain elite MU bergaji besar.

“Dia mengatakan kepada saya berkali-kali bahwa dia ingin menjadi pemain top untuk mendapatkan kehidupan lebih baik karena keluarganya miskin. Semua orang menginginkan itu, tetapi hanya sedikit yang bisa mendapatkannya," kata Peres.

Dan Fernandes menjadi salah satu pemain yang berhasil mendapatkan keinginannya. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Sir Alex Ferguson Mendadak Dioperasi Akibat Pendarahan Otak
TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu