Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Minggu, 26 Mei 2019 | 08:49 WIB

Huawei: 5 Alasan Barat Khawatir dengan Perusahaan Teknologi China

Foto :
  • Instagram/@gabecnc
Logo Huawei.

Google memutuskan untuk tak akan lagi membolehkan Huawei, perusahaan telepon genggam terbesar kedua di dunia, mengakses pembaruan keamanan sistem operasi Android. Itu berarti peranti baru Huawei akan kehilangan akses terhadap sejumlah aplikasi.

Langkah ini diambil Google setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan darurat nasional pekan lalu "untuk melindungi jaringan komputer Amerika Serikat dari musuh-musuh asing".

Baca Juga

Para analis meyakini kebijakan tersebut "sengaja diarahkan ke Huawei". Selain memproduksi telepon genggam, Huawei juga membuat peralatan komunikasi. Diperkirakan, Huawei menguasai sekitar 40-60 persen jaringan di seluruh dunia.


Grafik pertumbuhan Huawei. - BBC

Berikut lima hal yang membuat Barat sangat khawatir dengan Huawei.

1. Jaringan supercepat 5G

Huawei saat ini sedang berunding dengan banyak negara untuk memasok sistem jaringan supercepat generasi kelima, 5G.


5G akan merevolusi bagaimana kita menggunakan telepon genggam. - PA

Sistem ini begitu cepat sehingga ideal untuk dipakai ke produk seperti mobil swakemudi.

Jika infrastruktur 5G menggunakan produk Huawei, para pesaing mengklaim Huawei "bisa membaca pesan yang dikirim melalui jaringan atau bahkan mematikan jaringan, yang tentu akan menyebabkan gangguan serius". Bahkan sebelum Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif, pemerintah AS sudah mendesak sekutu mereka untuk tidak menggunakan produk Huawei.

Seruan ini terfokus ke kelompok yang biasa disebut "Lima Mata", yang terdiri atas Amerika, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Kelima negara tersebut memiliki kerja sama intelijen yang sangat erat dan berbagi informasi rahasia, sering kali secara elektronik.

Washington mengancam akan berhenti berbagi informasi rahasia jika jaringan di Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru menggunakan peralatan 5G buatan Huawei. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan jika ada negara yang memakai produk jaringan 5G buatan Huawei, maka, "Kami tak akan lagi membagikan informasi."


Badan intelijen AS mengancam tak akan lagi berbagi informasi dengan sekuru mereka. - Getty Images

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Huawei Tolak Pengenaan Sanksi oleh Amerika
TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu
Terpopuler