Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 25 Juni 2019 | 21:22 WIB

Biaya Daur Ulang Sampah Plastik di Indonesia Lebih Murah dari AS

Team VIVA »
Lazuardhi Utama
Novina Putri Bestari
Foto :
  • VIVA.co.id/Novina Putri Bestari
Diskusi sampah plastik.

VIVA – Sebuah film dokumenter berjudul Take Back mengungkapkan fakta bahwa limbah kertas yang diimpor ke Indonesia diboncengi oleh sampah plastik. Film ini diunduh di YouTube yang merupakan kerja sama The Party Department dengan Ecoton dan Paradoc Film.

Film itu berlatar belakang di Jawa Timur. Berdasarkan film itu terdapat 55 industri kertas di Indonesia. Di mana 22 industrinya berasal dari Jawa Timur serta 80 persennya menggunakan bahan baku berupa sampah kertas impor.

Baca Juga

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan, timnya menemukan sampah seperti bungkus makanan, korek kuping (cotton bud), popok dan odol. Asal sampah tersebut berasal dari wilayah negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Inggris serta Norwegia.

"Dari sekitar tiga ribu item yang kami temukan, hampir 55 persen adalah single-use plastic yang berarti sulit didaur ulang. Nah, alasan negara-negara maju membuang sampah mereka ke luar wilayahnya karena membutuhkan banyak biaya dan sumber daya," kata Prigi di Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.

Terpopuler

Karena itu, ia melanjutkan, lantaran biaya pengolahan yang mahal maka dibawa ke Vietnam, Malaysia, Fillipina dan Indonesia. Termasuk hasil daur ulang (recycle) dari sampah yang menyebabkan kontaminasi pencemaran lingkungan.

Prigi menuturkan sekitar 1,2 ton sampah plastik recycle membutuhkan biaya US$90 atau Rp1,25 juta di wilayah-wilayah pengekspor sampah. Sedangkan di Indonesia hanya US$30 atau Rp417 ribu.

Menurutnya ini berawal dari kebutuhan Indonesia atas limbah kertas bekas 5 juta ton. Di dalam negeri hanya bisa memenuhi 3,5 juta ton maka harus impor. "Sampah plastik itu di sini dibakar jadi bahan bakar pabrik tahu, pabrik kerupuk, pembakar batu bata," papar dia.

Topik Terkait