Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Mulai Hari Ini Twitter Hapus Cuitan Kebencian Berdasarkan Agama

Rabu, 10 Juli 2019 | 11:48 WIB
Foto :
  • Instagram/@abdd.eyez
Logo Twitter.

VIVA – Twitter hari ini mengumumkan mereka telah membarui peraturan perilaku kebencian untuk mencegah konten negatif pada platform mereka. Pada pembaruan kebijakan in, Twitter bakal memblokir cuitan yang menggunakan bahasa tidak manusiawi. Salah satunya adalah cuitan yang mengajak membenci berdasarkan agama.

Twitter mengatakan, pembaruan aturan perilaku kebencian ini bertujuan menjaga pengguna tetap aman pada media sosial tersebut. Twitter menjelaskan fokus utama mereka adalah menangani risiko bahaya yang bisa terjadi di kehidupan nyata.

Baca Juga

Selain itu, beberapa penelitian yakni Dangerous Speech yang dilakukan Dr, Susan Benesch dan Recent Research on Dehumanization karya Nick Haslam dan Michelle Stratemeyer, menunjukkan bagaimana bahasa yang tidak manusiawi dapat meningkatkan risiko tersebut. 

"Oleh karena itu, setelah melakukan diskusi komprehensif serta berdasarkan umpan balik dari publik, pakar eksternal dan tim Twitter sendiri; kami memutuskan untuk memperluas peraturan tentang perilaku kebencian dengan memasukkan bahasa tidak manusiawi berdasarkan agama," ujar Twittter dalam keterangan di blog perusahaan dikutip Rabu 10 Juli 2019. 

Sepanjang tahun lalu, Twitter mengungkapkan menerima umpan balik dari berbagai komunitas dan budaya di berbagai belahan dunia yang menggunakan Twitter. Platform media sosial ini mengklaim mendapat 8 ribu tanggapan dari pengguna lebih dari 30 negara. 

"Tahun lalu kami meminta umpan balik dari pengguna tentang bagaimana kami dapat memperluas peraturan perilaku kebencian di Twitter dengan mengikutsertakan penggunaan bahasa yang tidak manusiawi ke dalam peraturan tersebut," tulis Twitter. 

Dengan demikian, Twitter mengatakan mulai hari ini cuitan-cuitan yang membenci kelompok atau komunitas agama bakal terlarang di Twitter. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler