Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 24 Juli 2019 | 06:40 WIB

Jadi Driver Transportasi Online Bisa Bawa Pulang Duit Rp7 Juta

Team VIVA »
Lazuardhi Utama
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • U-Report
Transportasi Online.

VIVA – Central for Strategic and International Studies atau CSIS menemukan bahwa kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini memilih menggunakan layanan transportasi online Grab ketimbang harus membawa kendaraan pribadi.

Menurut studi terhadap 500 responden yang diteliti, sebanyak 360 responden atau 72 persen memiliki sepeda motor dan sisanya, 140 responden atau 28 persennya memiliki mobil.

Baca Juga

Studi Penelitian dilakukan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan pada November-Desember 2018.

Sampel ini dilakukan menggunakan metode pengacakan sistematis serta pengelompokkan data berdasarkan usia dan acak sistematis. Masing-masing kategori diisi oleh seribu sampel dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Terpopuler

Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal, mengaku alasan masyarakat memilih menggunakan jasa GrabBike maupun GrabCar karena harga yang lebih terjangkau, aman, nyaman dan tidak capek.

Dalam studi ini juga ditemukan fakta bahwa driver yang bergabung dengan GrabBike dan GrabCar memiliki penghasilan tambahan. Untuk GrabBike penghasilannya meningkat menjadi Rp4 juta dan GrabCar hingga Rp7 juta.

"Teknologi Grab membuka peluang usaha bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan. Sebesar 38 persen responden GrabBike dan 33 persen responden GrabCar mengaku tidak punya penghasilan sebelum gabung Grab," kata Yose di Jakarta, Selasa 23 Juli 2019.

Adapun alasan mereka memilih bermitra dengan Grab karena waktu kerja yang lebih fleksibel, banyak waktu bersama keluarga, dapat penghasilan tambahan sehingga pendapatan menjadi lebih tinggi.

Menurut Yose, manfaat seperti ini tidak hanya didapatkan oleh driver, namun ada pihak lain yang juga turut mendapat manfaatnya.

Sebut saja para UKM bidang makanan di mana penjualannya bisa mencapai Rp1,85 juta per hari dari sebelumnya Rp1,4 juta.

"UKM tidak perlu melakukan investasi tambahan karena harus menambah sumber daya. Mereka hanya perlu mengandalkan platform teknologi. Permintaan pun terus meningkat," tuturnya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Ini Penyebab Ojek Online vs Security Depan Kota Casblanca
TVONE NEWS - 9 bulan lalu