Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:10 WIB

Beda Orang Cerdas dengan Jenius

Team VIVA »
Alika Noor Kholifah
Foto :
  • U-Report
Ilustrasi

VIVA – Banyak orang mempersepsikan sifat jenius lebih dari cerdas. Tapi bisa jadi sulit untuk membedakan kejeniusan sejati di antara beberapa orang cerdas. 

Artikel ini mencoba untuk menemukan perbedaan antara kecerdasan dan kejeniusan untuk dapat dipahami secara sederhana bagi banyak orang.

Baca Juga

Dikutip dari laman different between, beberapa bagian otak atau aktivitas bertanggung jawab untuk membuat seseorang cerdas. Namun, bahkan para ilmuwan tidak tahu apa yang membuat seseorang lebih pintar daripada orang lain. 

Satu-satunya alat yang tersedia untuk menaksir kecerdasan seseorang adalah skor IQ-nya, dan itu juga tidak bisa mengatakan apakah seseorang itu jenius sejati meskipun orang-orang dengan skor IQ lebih dari 125 umumnya dianggap sangat cerdas.

Terpopuler

Baca juga: 4 Hobi yang Bantu Otakmu Lebih Encer dan Tak Gampang Pikun

Meski begitu, skor IQ sangat tinggi juga bukan berarti jenius. Benar bahwa orang cerdas ini sangat pandai beradaptasi dengan beragam keadaan dan situasi, tetapi belum tentu jenius. 

Jenius berkaitan dengan bakat lain yang dikenal sebagai kreativitas. Seorang yang jenius memiliki pikiran kreatif yang jauh lebih imajinatif dan konstruktif daripada hanya orang yang cerdas.

Sebuah penelitian menyebut otak Albert Einstein tidak berbeda dengan orang kebanyakan. Bahkan lebih kecil dari otak rata-rata. Namun, lobus parietal di otaknya jauh lebih besar daripada yang ditemukan pada umumnya orang, dan ada celah yang ditemukan pada otak orang normal. 

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa tidak adanya celah di otak Einstein memungkinkan area otak yang berbeda untuk berkomunikasi satu sama lain dengan cepat, tanpa gangguan.

Dunia telah beralih pandangan bahwa tes IQ tidak mengukur keseluruhan kecerdasan seseorang tetapi hanya sebagian saja. Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa kecerdasan terdiri dari kemampuan analitis, tetapi itu hanya bagian dari kecerdasan. 

Ada aspek kecerdasan lainnya seperti kreativitas dan kemampuan praktis yang membuat seseorang menjadi sangat cerdas. Namun, ketika kreativitas ini secara signifikan lebih tinggi daripada rata-rata orang, seseorang memenuhi syarat untuk menjadi jenius.

Sederhananya untuk memahami antara cerdas dan jenius:

- Semua orang cerdas bukanlah jenius, tetapi semua jenius sangat cerdas.

- Seorang genius lebih kreatif daripada orang yang hanya cerdas.

- Adalah kreativitas yang mengarah pada penemuan produk baru dan dilabeli sebagai prasyarat jenius.

- Kecerdasan membantu dalam beradaptasi dengan keadaan yang berbeda dengan mudah meskipun tidak perlu jenius.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Heboh Video Stop Motion Ala Remaja Pekalongan
TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu