Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 5 September 2019 | 09:44 WIB

Akun Bos Twitter Diacak-acak, SMS jadi Tumbalnya

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • Washington Post
CEO Twitter, Jack Dorsey.

VIVA – Media sosial Twitter baru-baru ini menonaktifkan cuitan di platform mereka melalui SMS. Cuitan melalui layanan pesan pendek akhirnya jadi tumbalnya. Langkah ini buntut insiden peretasan pada akun bos Twitter, Jack Dorsey.  

"Kami mengambil langkah ini karena kerentanan yang harus ditangani oleh operator seluler dan ketergantungan kami pada nomor telepon yang ditautkan untuk autentikasi dua arah," demikian cuitan akun Twitter. 

Baca Juga

Dilansir dari laman Digital Trends, Kamis 5 September 2019, tapi kamu jangan khawatir lho, fitur ini akan diaktifkan kembali setelah Twitter memperbaiki kerentanan itu sehingga bisa memberi pelayanan yang andal untuk konsumen. Dengan demikian kasus peretas mengacak-acak akun pengguna tak terjadi lagi.

Keputusan menonaktifkan cuitan dari SMS ini dilakukan setelah pendiri Twitter mengalami peretasan. Ternyata, kasus tersebut bukan hanya melanda Dorsey saja, artis Chloe Grace Moretz juga mengalaminya hal yang sama sebelum insiden bos Twitter tersebut. Peretas menggunakan tagar #chucklingSquad saat beraksi mengacak-acak cuitan pengguna. 

Terpopuler

Pada kasus peretasan akun Dorsey, peretas membuat cuitan rasis, mengatakan ada bom di kantor Twitter, dan seolah-olah membuat Dorsey memberikan sejumlah jaminan sosial. Saat ini cuitan kontroversial tersebut sudah dihapus. 

Baca juga nih: Dasar Kontool, Pengen Eksis Bawa-bawa Jakarta

Twitter telah mengendus bagaimana peretas beraksi. Peretas beraksi dengan menukar kartu SIM, selanjutnya mereka berusaha meyakinkan operator untuk memberikan nomor tersebut.

Platform berlogo burung itu memiliki kebijakan untuk membuat penggunanya bisa membuat cuitan melalui SMS. Pengguna harus memasukkan nomor telepon ke akun. Satu nomor hanya bisa digunakan untuk satu akun saja. Sebagian besar penggunanya berasal dari wilayah yang tidak mendapatkan layanan WiFi.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Hacker Situs KPU, TPF Kecurangan Pemilu, Dirut PLN Tersangka
BERITA - 6 bulan lalu