Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 20 September 2019 | 12:52 WIB

Yah, Instagram Hilang dari Play Store

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • Instagram/@_pyyp_
Kantor Pusat Instagram

VIVA – Waduh guys, belum hilang memori masyarakat pengguna internet Tanah Air yang heboh dengan aplikasi Bukalapak hilang dari Play Store, kini giliran Instagram yang lenyap lho.

Untuk kasus hilangnya Bukalapak, usut punya usut, lenyapnya aplikasi Bukalapak karena platform unikorn itu sedang membarui aplikasi. Tidak butuh waktu lama, setelah pembaruan rampung aplikasi Bukalapak kembali tersedia di PlayStore pada Kamis malam 19 September 2019.

Baca Juga

Nah gantian aplikasi lain lho yang hilang. Sejumlah warganet menemukan Instagram hilang di toko aplikasi Android tersebut. Belum jelas, penyebab Instagram menghilang dari Play Store apakah sama seperti Bukalapak atau hal lain. 

Hilangnya Instagram dari Play Store ditemukan oleh pengguna internet di luar Indonesia sih. Untuk di Indonesia, pada Jumat siang 20 September 2019, aplikasi Instagram tersedia di Play Store. 

Nah, aplikasi yang hilang dari Play Store ada kemungkinan keluar dari kebijakan yang telah diterapkan Google. Makanya, pengelola aplikasi membarui aplikasi mereka untuk menyesuaikan dengan regulasi Google. 

Untuk memahaminya, kami akan memberi beberapa poin: 

Konten yang dibatasi

Aplikasi tidak boleh melebihi batas, seperti membahayakan anak, berisi konten tidak pantas, perjudian, aktivitas ilegal, konten buatan pengguna dan zat yang belum disetujui. Jelas kalau ini mah ya.

Tiruan

Berikutnya yang dilarang adalah peniruan identitas dan kekayaan intelektual. Perusahaan raksasa teknologi melarang aplikasi di tokonya melakukan hal tersebut. 

Privasi, keamanan dan penipuan

Setiap aplikasi harus mengamankan data pribadi pengguna. Mereka juga tidak boleh menyalahgunakan perizinan yang diberikan pengguna, tidak boleh melakukan hal yang berbahaya, menipu dan memberi informasi keliru. 

Monetisasi dan iklan

Aplikasi harus memiliki praktik bisnis yang sehat. Poin ini meliputi topik pembayaran, langganan dan pembatalan, iklan dan sertifikasi jaringan iklan. 

Baca juga yuk: Data Pelanggan Bocor, Lion Air Wajib Buka-bukaan

Direktori toko dan promosi 

Penggunaan dengan praktik tidak wajar untuk menarik pengguna juga jadi hal yang dilarang. Pelanggaran dilihat melalui promosi aplikasi, metadata, ulasan, penginstalan dan rating pengguna, serta rating konten. 

Spam

Jika ada aplikasi spam atau tidak memberi pengalaman yang sesuai kepada pengguna, kemungkinan juga akan dilarang oleh Google. 

Program lainnya

Selain mematuhi kebijakan, aplikasi juga harus memenuhi persyaratan kebijakan khusus program, agar bisa terus tersedia di PlayStore. 

Sesuai usia

Pengembang harus menampilkan aplikasi yang sesuai untuk semua usia jika mereka menargetkan usia tertentu. Pengembang bertanggung jawab untuk memastikan aplikasinya aman dan mematuhi peraturan undang-undang. 

Penegakan aturan

Ada baiknya untuk menghindari pelanggaran. Namun jika ada peraturan yang dilanggar, Google berkomitmen membuat developer tahu akan kesalahannya itu dan melakukan perbaikan. 

Pembaruan 

Google memiliki pembaruan dan perubahan pada Kebijakan Program Pengembang, serta sumber daya dan persyaratan tambahan untuk program khusus. Developer diharapkan tahu tentang update yang dibuat perusahaan. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Monyet Nakal 'Raba-raba' Mantan Miss Russia di Bali
SHOWBIZ - 2 bulan lalu