Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 21 September 2019 | 11:27 WIB

Salah Kaprah soal Ular Berkaki, Nih Simak 5 Penjelasan Ilmuwan LIPI

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Foto :
  • Twitter/@PakatDayak
Ular terpanggang dampak kebakaran hutan Kalimantan

VIVA – Hei guys, ada lagi lho fenomena ular terpanggang kebakaran hutan yang jadi perhatian warganet. Kalau kemarin soal jenis ‘raksasa’ ular yang terpanggang, lha belakangan netizen menyoroti fenomena ular berkaki. Lho ular kok berkaki sih, emang gitu ya?

Video ular berkaki itu sudah beredar di Instagram, netizen responsnya beragam. Ada yang menduga fitur berbentuk kaki itu adalah kaki ayam yang dimangsa ular. Sedangkan lainnya menyebutkan fitur mirip kaki itu adalah kelamin ular. Hemm yang sahih mana nih?

Baca Juga

Peneliti reptil dan amfibi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy menjelaskan, fitur mirip kaki itu adalah kelamin ular jantan atau disebut hemipenis. Dia mengatakan tiap ular jantan memiliki dua hemipenis yang ada di sisi kanan dan kiri pada pangkal ekor ular.  

"Itu bukan cakar ayam. Itu hemipenis. Jarang sekali ular kelihatan penisnya. Semua reptil punya hemipenis, termasuk ular jantan," jelas Amir kepada VIVA.co.id, Sabtu 21 September 2019. 

Terpopuler

Nah ada banyak informasi seputar ‘anunya’ ular itu lho, yuk simak penjelasannya:

Keluarnya hemipenis 

Amir menuturkan, hemipenis akan terlihat dalam kondisi tertentu yaitu saat kawin, saat otot berkontraksi. Dalam kondisi biasa ular jantan tak akan mengeluarkan alat kelaminnya tersebut.

"Kalau masih hidup, kamu bisa lihat hemipenis dengan memencet pangkal ekor ular itu. Maka nanti akan muncul," ujarnya. 

Terbakar kok bisa keluar

Pada kasus viral video ular terpanggang di Instagram, Amir mengatakan, hemipenis ular muncul akibat otot berkontraksi dengan panasnya api yang membakar tubuh ular tersebut. 

Hemipenis bentuknya macam-macam

Nah ini perlu diketahui guys. Ternyata hemipenis itu macem-macem lho bentuknya. 

Bentuk hemipenis itu bisa menjadi tanda identifikasi spesies tertentu. Masing-masing spesies punya hemipenis yang beda-beda lho. Dengan karakter hemipenis itu, ilmuwan bisa lebih mudah mengenali jenis spesies ular atau reptil. Tenyata penis itu tidak sembarang penis ya.

Ibarat kunci dan gembok

Alat kelamin ulat jantan itu menurut Amir ibarat, kunci dan lubang kunci. Kunci kan masing-masing bentuknya khas tuh. Nah masing-masing ular itu jenis hemipenisnya khas. 

Kelamin ini cuma pas untuk memasuki lubang atau kelamin ular betina tertentu. Nggak bisa sembarangan kunci lho. Kayak rumah kita tuh. Salah kunci kan nggak bisa masuk. Sama, kalau si ular jantan itu 'kuncinya' nggak pas, maka nggak bisa memasuki kelaminnya ular betina.  
 
"Enggak sembarangan kunci untuk dimasuki lubang yang lain, harus yang satu spesies. 
Kalau satu spesies pasti lubangnya masuk itu, karena bentuk hemipenisnya sudah pas. Ibaratnya sudah satu paket. Kalau beda (spesies) nggak bisa," jelas Amir. 

Kenapa hemipenis ular dua sih?

Amir menjelaskan kawinnya ular enggak sesederhana manusia lho. Pada ular, untuk kawin penuh dengan kompetisi. 

Untuk mengawini satu ular betina, ular jantan mesti bersaing dengan jantan yang lain. Jadi rebutan gitu lho. Cepet-cepetan untuk siapa yang masuki lubang kelamin atau kloaka. Selain itu, hemipenis untuk masuk ke kloaka enggak satu per satu giliran gitu lho.

"Ketika dia (ular jantan) masuk enggak satu satu gitu. Ular kalau kawin ke mana-mana (enggak statis) Hemipenis belum tentu masuk, terus itu kompetisi satu betina dikerubutin beberap jantan," kata dia. 

Jadi dua hemipenis itu untuk menjaga peluang agar bisa berpotensi memasuki kloaka. Ibaratnya gini guys, nggak kena sisi kiri ya pakai sisi kanan hemipenisnya.

Dah kan jadi jelasnya hebohnya ular berkaki ya. Lagian yang lebih penting sekarang adalah soal penanganan kebakaran hutannya kan guys. Setuju?

Topik Terkait
Saksikan Juga
Wisata Kawah Putih Ciwidey Kembali Dibuka untuk Umum
TVONE NEWS - 3 hari lalu