20 Ribu Data Pribadi Pelanggan Bocor di Internet, Malah Didiamkan

Parah Banget! 20 Ribu Data Pribadi Konsumen Restoran Donat Besar Ini Bocor di Internet!. (FOTO: REUTERS/Jim Young)
Sumber :
  • wartaekonomi

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta – Induk perusahaan digugat Dunkin” Donuts oleh Jaksa Agung, Letitia James karena perusahaan diduga gagal melindungi ratusan ribu data pelanggan dari rangkaian serangan serangan siber brute force.

James menyampaikan, Dunkin ‘Brands Group Inc tak mengambil langkah apa pun pada 2015, ketika 19.715 akun pelanggannya menjadi sasaran serangan tersebut selama lima hari berturut-turut. Padahal, perusahaan sudah mengetahui hal itu dari pengembang aplikasinya.

“Dunkin ‘Brands tidak memberi tahu pelanggan yang terkena dampak serangan untuk mengganti kata sandi atau membekukan kartu member mereka,” kata James, dikutip dari Reuters, Jumat (27/9/2019).

Tak hanya itu, Dunkin juga gagal memperkuat pengamanan aplikasi walaupun ada laporan tentang penipuan pada akun pelanggan. Bahkan pada akhir 2018, lebih dari 300 ribu akun pelanggan menjadi korban penyerangan baru, baik melalui situs Dunkin maupun aplikasi selulernya.

James menambahkan, “Dunkin gagal melindungi pelanggan, mereka hanya diam, menempatkan pelanggan terancam di tengah-tengah risiko.

Gugatan yang James ajukan ke Pengadilan Negara Bagian New York di Manhattan menuntut denda sipil, restitusi, dan upaya hukum lain atas dugaan pelanggaran perlindungan konsumen negara dan hukum bisnis.

Kepada konsumen, perwakilan Dunkin mengklaim perlindungan terhadap data pribadi konsumen sudah memenuhi persyaratan. Padahal kenyataannya tak begitu, menurut pengaduan yang diajukan sang jaksa.

Sayangnya, perusahaan belum memberikan komentar soal kabar tersebut.