Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 10 Desember 2019 | 20:30 WIB

Awas, 5 Serangan Siber Ini Kerap Terjadi di Smartphone

Team VIVA »
Yunisa Herawati
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • U-Report
Hacker.

VIVA – Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN menjelaskan, pada tahun lalu Indonesia menerima 713.878 serangan siber. Hasil monitoring Honeynet, Rusia jadi yang paling banyak mendapat serangan, jumlahnya lebih dari 2,5 juta.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kasubdit Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Perdagangan Berbasis Elektronik BSSN, Intan Rahayu, di Asia Pasifik sendiri serangan siber banyak menyerang perangkat mobile, dengan persentase 25 persen.

Baca Juga

"Serangan secara global ada lima jenis, yakni ransomware evolution, IoT threats, AI expansion, blockchain revolution, dan serverless app vulnerability," ujarnya di Jakarta, Selasa 10 Desember 2019.

Ransomware evolution, disebutkan oleh Intan, peristiwanya tidak begitu sering. Tapi sekali kejadian, serangan ini memiliki dampak yang besar.

Terpopuler

Internet of Things (IoT) threats biasanya akan menyerang perangkat IoT, yang kata kuncinya tidak pernah diganti dan terisi otomatis dari perangkat.

"Artificial Intelligence tahu bagaimana kelakuan kita sehari-hari, dan kemudian menjadi machine learning serta sebuah sistem. Ketika sistem itu menjadi sangat kompleks, kita enggak bisa mengendalikan sistem itu. Oleh karena itu, semua perubahan sistem harus tercatat," katanya.

Lalu, serangan serverless apps vulnerability yang biasa menyerang cloud. Menyimpan data di cloud, artinya sama dengan menyimpan data di server bersama, yang ada potensi pihak lain ikut melakukan pemrosesan data.

Terakhir adalah blockchain revolution, yang serangannya semakin naik. Salah satu trennya adalah Bitcoin. Oleh sebab itu, pemerintah masih menjaga agar mata uang kita tidak digeser dengan mata uang digital.

BSSN juga memantau, situs dengan domain co.id memiliki potensi celah keamanan tertinggi. Hingga 26 persen perusahaan yang menggunakan domain ini, belum menerapkan keamanan, jumlahnya setara dengan 487 laman.

"Terbesar selanjutnya adalah ac.id, dengan jumlah 24,6 persen atau 462 situs perusahaan yang belum menerapkan keamanan. Angka terkecil adalah or.id," katanya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Polisi Tangkap 2 Pelaku Peretas Situs PN Jakarta Pusat
TVONE NEWS - 9 hari lalu