Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 15 Februari 2020 | 06:54 WIB

Labuan Bajo 'Dikepung' Peralatan Canggih, Buat Apa?

Team VIVA »
Krisna Wicaksono
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT

VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan kesiapannya, untuk mengamankan pariwisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo dari ancaman cuaca dan iklim ekstrem, serta gempa bumi dan tsunami.

Dari keterangan resmi, dikutip Sabtu 15 Februari 2020, dalam upaya pengembangan pariwisata, badan tersebut telah meningkatkan kualitas alat pemantau cuaca dengan teknologi digital otomatis.

Baca Juga

"Dengan ini kami menginformasikan, bahwa BMKG siap mengamankan program pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, dengan menguatkan sistem pemantauan dan peringatan dini multi bahaya geo-hidro meteorologi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenot’ek.

Seluruh peralatan yang mereka pasang sifatnya sangat vital, karena untuk memperkuat Sistem Pemantauan dan Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-hidrometeorologi. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mitigasi bencana bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

Terpopuler

Selain itu, BMKG juga melakukan edukasi soal cuaca dan iklim serta potensi dan bahayanya melalui program sosialisasi untuk nelayan dan pemilik kapal-kapal wisata. Tujuannya, agar mereka paham terhadap fenomena cuaca dan iklim yang bisa mempengaruhi aktivitas di laut.

Sejak 1997, Stasiun Meteorologi BMKG Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, telah mengoperasikan layanan informasi cuaca untuk penerbangan, pelayaran dan publik di daerah tersebut serta untuk  Wilayah NTT. Mulai 2008, dikembangkan sistem pemantauan gempa bumi dan peringatan dini tsunami di daerah tersebut.

Peralatan digital yang terpasang di Labuan Bajo dan Pulau Komodo di antaranya, Radar Meteorologi Maritim sejak 2018, AWOS (Automatic Weather Observing System) sejak 2015, dan Sensor Seismik (Seismograph) yang terpasang sejak 2019.

Topik Terkait
Saksikan Juga
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem
TVONE NEWS - sekitar 1 bulan lalu