Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 19 April 2019 | 00:56 WIB

Agar Tak Terjerat Rentenir Online, Butuh Literasi Keuangan P2P Lending

Team VIVA »
Siti Sarifah Alia
Foto :
  • The Guardian Nigeria
Ilustrasi fintech.

VIVA – Masih ingatkah ketika marak kasus tim collection dari sebuah aplikasi peminjaman yang menagih dengan kasar? Atau collector hutang yang menelepon hampir semua nomor kontak yang ada di dalam hape nasabah, padahal nasabah dan pemilik nomor kontak tersebut tak saling kenal? Hal itu harusnya tidak terjadi jika penyedia pinjaman dan nasabah tahu hak dsn kewajiban masing-masing.

Kejadian seperti ini tentu tidak akan terjadi apabila pelanggan fintech P2P lending memahami hak dan kewajibannya. Minimnya tingkat literasi keuangan di Indonesia membuat banyak pelanggan fintech P2P lending asal melakukan pinjaman melalui aplikasi P2P lending ilegal. 

Baca Juga

Tingkat literasi keuangan yang rendah membuka peluang fintech ilegal untuk menebarkan jaring mautnya. Hingga Februari 2019, sesuai rilis dari Satgas Waspada Investasi OJK, mereka telah memberhentikan sekitar 231 fintech ilegal. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
OJK Temukan Lebih dari 1000 Fintech Ilegal
TVONE NEWS - 12 bulan lalu
Terpopuler