Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 3 Mei 2019 | 17:20 WIB

Layanan Grab di Tiga Negara Terapkan Denda Cancel Order, Indonesia?

Team VIVA »
Lazuardhi Utama
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • Agus Tri Haryanto/Viva.co.id
Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata.

VIVA – Layanan transportasi online Grab di Singapura, Malaysia dan Filipina, diketahui telah memberlakukan denda kepada pengguna yang membatalkan pesanan atau cancel order melebihi dari waktu yang telah ditentukan.

Meski begitu, mereka enggan 'ngekor' menerapkan kebijakan serupa di Indonesia. "Kami masih pikir-pikir, masih evaluasi. Nanti di-update lagi," kata Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata kepada VIVA di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

Baca Juga

Namun, ia pernah mengatakan bahwa denda akan diberlakukan untuk menghindari pembatalan berlebih yang berpotensi fraud atau penipuan. Untuk jenis pelanggaran ini, Ridzki mengaku sudah memiliki mekanisme agar hal tersebut tidak terjadi.

"Fraud itu aksi yang tidak elok dan merugikan pengemudi kami. Rencananya, penerapan denda akan sedikit berbeda dari negara lain. Artinya, kami akan menyelidiki dulu penyebab pembatalan itu," jelas dia.

Terpopuler

Awal bulan lalu, pengguna Grab di Singapura yang melakukan pembatalan pesanan setelah lima menit resmi dikenakan denda sebesar S$4 atau sekitar Rp56 ribu.

Sedangkan, untuk pengguna GrabShare, akan dikenakan denda dengan nilai yang sama, namun rentang waktunya hanya tiga menit. Mereka mengklaim bahwa 100 persen uang denda akan sampai ke mitra pengemudi atau driver.

Mereka pun berharap pembaruan kebijakan ini akan mengurangi jumlah pembatalan pesanan. Biaya akan dipotong langsung dari saldo GrabPay atau kartu kredit maupun debit.

Bagi penumpang yang memilih bayar tunai maka biaya akan ditambahkan secara otomatis ke biaya perjalanan berikutnya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Tentara Dikerahkan untuk Paksa Warga Tetap di Rumah
TVONE NEWS - 14 hari lalu