Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 11 Juli 2019 | 21:39 WIB

Tunaiku Dorong Nasabah Tidak Pinjam Uang untuk Konsumtif

Team VIVA »
Lazuardhi Utama
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah
Startup fintech Tunaiku.

VIVA – Perusahaan rintisan berbasis teknologi keuangan (startup fintech), Tunaiku, mengaku sudah memberi pinjaman kepada 300 ribu nasabah dan hadir di 16 kota besar di Indonesia.

Menurut Pendiri Tunaiku, Vishal Tulsian, alasan memilih bisnis fintech dengan jenis digital lending ini untuk membawa senyuman bagi masyarakat.

Baca Juga

"Karena Tunaiku ingin meringankan beban finansial melalui layanan digital. Mewujudkan keuangan yang inklusif memerlukan waktu yang panjang," kata dia di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.

Vishal meyakini bahwa uang merupakan salah satu aspek hak asasi manusia yang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik, di samping kesehatan, kesejahteraan, hingga pendidikan.

Terpopuler

Tunaiku telah memiliki layanan personal loan yang diprioritaskan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kami berdiri sejak tahun 2014, atau tepat pada masa awal fintech dikenal dan masuk Indonesia. Tantangannya adalah mengedukasi masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan mereka. Sebagian besar tidak tahu. Tapi setelah lima tahun sudah banyak yang tahu kami," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Head of Retail Credit Tunaiku, Abraham Lumban Batu menambahkan, saat ini aplikasi mobile Tunaiku sudah diunduh oleh 2,5 juta pengguna.

Sedangkan, pinjaman yang sudah tersalurkan mencapai Rp2 triliun. Menurutnya rata-rata pinjaman dipakai untuk kebutuhan produktif seperti renovasi rumah, modal usaha, dan biaya pendidikan.

Abraham menjelaskan Tunaiku juga gencar melakukan literasi terhadap nasabah agar mereka memiliki rasa tanggung jawab.

Ia mengaku pinjaman untuk kebutuhan produktif lebih memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola keuangan. "Kami pun mendorong nasabah untuk tidak hanya menggunakannya sebagai kebutuhan konsumtif," jelasnya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
OJK Temukan Lebih dari 1000 Fintech Ilegal
TVONE NEWS - 2 bulan lalu