Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kamis, 18 Juli 2019 | 17:36 WIB

Pendiri Drone Emprit: Polarisasi Harus Berkualitas, Bahaya Kalau SARA

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Foto :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Pertemuan Jokowi-Prabowo Usai Pilpres 2019

VIVA – Salah satu yang mencolok dari dinamika sepanjang Pilpres 2019 adalah polarisasi. Artinya, sepanjang perhelatan pesta demokrasi ini, masyarakat terbelah menjadi dua kutub. Nah, pascapilpres, polarisasi ternyata belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Pendiri Media Kernels dan analis Drone Emprit, Ismail Fahmi, berpandangan bahwa polarisasi bukanlah sesuatu yang buruk. Karena, polarisasi bukan hanya terjadi di Indonesia saja.

Baca Juga

Dia mengatakan dinamika politik di Amerika Serikat juga melahirkan polarisasi. Apalagi, di negeri Paman Sam itu hanya ‘dihuni’ oleh dua partai politik, Partai Demokrat dan Partai Republik.

"Di AS sejak zaman dulu partainya cuma dua. Sejak itulah ada polarisasi. Sekarang di media sosial (polarisasi) makin tergambarkan lewat SNA (social network analysis). Polarisasi itu ada dan enggak ada masalah,"  ujarnya kepada VIVA, Kamis 18 Juli 2019.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Hadir di Kongres PDIP, Prabowo-Mega Makin Mesra
TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu
Terpopuler