Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 7 Agustus 2019 | 17:34 WIB

Kenapa Kemarau Tahun Ini Lebih Kering dari 2018?

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Foto :
  • VIVA/Dani
Musim kemarau menyebabkan areal persawahan gagal panen

VIVA – Musim kemarau diperkirakan terjadi di Indonesia sampai Oktober nanti. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengantisipasinya dengan menyiapkan informasi peringatan dini pemantauan sebaran asap dan prediksi zona yang mudah terbakar. Berdasarkan pemantauan badan cuaca ini, musim kemarau tahun ini lebih kering dari tahun lalu.

Kepala Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, R. Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia dan beberapa wilayah di ASEAN sedang mengalami musim kemarau (monsun Australia). 

Baca Juga

Pada monsun Australia, pola angin secara umum berasal dari arah Tenggara yang bersifat kering. 

"Selain itu, kondisi musim saat ini juga dipengaruhi oleh kondisi anomali suhu permukaan laut di perairan Indonesia yang negatif khususnya di selatan ekuator, El Nino dengan intensitas lemah yang berlangsung dari akhir 2018 saat ini menuju kondisi netral, serta Indian Ocean Dipole Mode yang saat ini bernilai positif," kata Prabowo dalam keterangannya dikutip Rabu 7 Agustus 2019. 

Kondisi itu mengakibatkan musim kemarau tahun ini lebih kering dari 2018 dan kondisi lahan khususnya gambut secara potensi mudah terbakar. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Kekeringan di Manggarai, Lebih dari 200 Sapi Mati
TVONE NEWS - 9 bulan lalu
Terpopuler