Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 8 Agustus 2019 | 07:00 WIB

Kisah Presiden Flat Earth FC Hijrah ke Bumi Datar, Serang Vatikan

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Foto :
  • Instagram/@flatearthfc_official
Presiden Flat Earth FC, Javi Poves

VIVA – Masih ingat dengan hebohnya klub sepak bola Spanyol yang berubah nama menjadi Flat Earth FC? Nah presiden klub tersebut, Javo Poves kembali membeberkan perjalanannya hijrahnya menjadi penganut teori Bumi Datar. 

Dalam wawancara dengan laman Bleacherreport, dikutip Rabu 7 Agustus 2019, Poves mengaku telah mantap mengimani Bumi Datar dalam dua tahun lalu. Momen penting itu terjadi saat dia terbang ke beberapa negara. Saat menjalani perjalanan keliling dunia, Poves mengaku masih meyakini Bumi itu bulat. 

Baca Juga

"Baru setelah saya kembali ke Madrid, saya menyimpulkan bahwa Bumi itu datar. Suatu hari saya berpikir tentang air. Bagaimana mungkin air tidak pernah berkurva. Tak mungkin," kata dia. 

Rasa penasaran itu membawa Poves mengelana ke internet. Dia riset mencari jawaban pertanyaan tersebut dan akhirnya bertemu dan berkomunikasi dengan komunitas Bumi Datar. Saat berkorespondensi dengan kelompok ini, Poves merasa punya pemikiran yang sama. 

Terpopuler

"Saya berdiskusi dengan banyak YouTuber di seluruh dunia. Dan akhirnya boom, boom," kata dia. 

Sang Presiden Flat Earth FC itu mengaku punya paket keyakinan. Dia tak cuma meyakini teori Bumi Datar tapi mendukung teori antikemapanan lainnya. 

Misalnya soal perubahan iklim. Poves berpendapat, narasi perubahan iklim yang diamplifikasi media sebagai tipu daya untuk menghasilkan uang untuk bisnis besar. "Mungkin saja ada perubahan iklim tapi itu terjadi karena perubahan Matahari, siklus alami," ujarnya bedalih. 

Poves juga mengkritik Charles Darwin pencetus teori evolusi. Poves menuding Darwin itu bukan ilmuwan melainkan teolog. 

"Ada banyak kekurangan dalam modelnya. Mengapa teorinya diterima sebagai model yang sempurna? Karena teori itu selaras dengan gagasan ekonomi neoliberal Adam Smith. Itu cocok dengan kapitalisme," bebernya. 

Kritik Poves juga dilamatkan kepada matermatikawan dan astronom Belgia, Georges Lemaitre yang merupakan salah satu perintis teori Big Bang yang merupakan seorang Yesuit. 

"Bagaimana mungkin Yesuit dari Vatikan? Vatikan mengendalikan segalanya. Mereka mengendalikan model resmi, industri militer dan mengendalikan antiperbedaan melalui Mossad, CIA dan MI6," jelasnya. Menurutmu bagaimana perjalanan hijrah Bumi datar presiden klub tersebut?

Topik Terkait
Saksikan Juga
Status Waspada, Anak Krakatau Terus Luncurkan Abu Vulkanis
TVONE NEWS - 18 menit lalu