Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 12:15 WIB

Kinerja KPI Pantau TV Konvensial Buruk, Kok Mau Urus YouTube-Netflix

Foto :
  • bbc
- Getty Images

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana mengawasi konten Netflix dan Youtube, meski menurut pengamat penyiaran, KPI sejauh ini belum maksimal memantau acara TV konvensional.

Ketua KPI Agung Suprio mengatakan, rencana tersebut didasari pada pemahaman bahwa media digital baru seperti Netflix, Youtube, dan sejenisnya, memiliki fungsi yang sama seperti media konvensional yaitu sebagai agen sosialisasi.

Baca Juga

"Di sini pentingnya KPI hadir karena agen sosialisasi ini berkaitan dengan karakter bangsa," ujarnya.

Agung menjelaskan yang ia maksudkan dengan karakter bangsa adalah adanya batasan pornografi dan kekerasan.


KPI mengatakan mereka sering menerima pengaduan masyarakat terkait konten-konten dari media digital. - Getty Images

Ditambah lagi, ujar Agung, KPI sering menerima pengaduan masyarakat terkait konten-konten dari media tersebut.

Wacana ini segera mendapatkan kritikan dari warganet.

Aktivis Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP), Muhammad Heychael, menilai rencana KPI tidak masuk akal.

"Kerja KPI di isu penyiaran saja belum maksimal, mereka mau menambah scope kerja lagi. Saya khawatir ini hanya akan menambah pekerjaan rumah KPI," ujarnya.

"(Kinerjanya) buruk. Kita bisa ukur itu dari beberapa aspek. Misalnya, tayangan-tayangan yang nggak masuk akal, buruk, diskriminatif masih tetap tayang."


Aktivis Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP), Muhammad Heychael, mengatakan kewenangan mengawasi media digital bukan ranah KPI. - Getty Images

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Bocoran KINGDOM Season 2, Wabah Zombie Gila Makin Sinting!
SHOWBIZ - 4 bulan lalu
Terpopuler