Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona CONMEBOL Makin Panas

Pemain Uruguay, Diego Godin dan Edinson Cavani rayakan gol
Sumber :
  • REUTERS/Andres Stapff

VIVA.co.id – Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL sudah memasuki putaran kedua. 10 tim yang tergabung di dalamnya sudah memainkan pertandingan yang ke-9. Sejauh ini, Uruguay menjadi pemuncak dengan torehan 19 poin.

Menyusul ketat di bawahnya ada Brasil dengan selisih 1 poin. Sedangkan di peringkat 3 hingga 5, sama-sama mengoleksi 16 poin adalah Ekuador, Kolombia, dan Argentina. Namun, posisi sementara ini masih bisa berubah. 

Salah satu tim unggulan, yakni Chile masih berada di peringkat ke-7. Alexis Sanchez dan kawan-kawan tampil melempem di putaran pertama dengan mencatatkan 3 kemenangan, 2 kali imbang, dan 4 kekalahan.

Dengan menyisakan 9 pertandingan lagi, konsistensi menjadi harga mati bagi mereka yang ingin mengamankan tiket ke Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. Zona CONMEBOL sendiri memberikan 4 tiket langsung ke putaran final dan 1 tiket play off melawan wakil Oceania dan CONCACAF atau Asia.

Pada Rabu 12 Oktober 2016 pagi WIB, Uruguay akan melawat ke markas Kolombia. Pertandingan ini akan menjadi sengit, mengingat tuan rumah tentu mengincar kemenangan agar bisa mengkudeta posisi puncak klasemen. 

Akan tetapi, Kolombia pada pertandingan nanti kemungkinan besar tanpa diperkuat oleh James Rodriguez. Gelandang yang bermain bersama Real Madrid tersebut mengalami cedera betis dan sudah absen ketika mereka menang 1-0 melawan Paraguay Jumat 7 Oktober 2016 lalu.

Di pihak Uruguay, sang juru taktik Oscar Tabarez juga tak mau jemawa dengan posisi pemuncak klasemen yang disandang skuat asuhannya kini. Dia menyadari Kolombia bakal memberikan tantangan sulit pada pertandingan nanti.

"Saya senang Uruguay berada di posisi teratas. Kami harus apresiasi itu. Tapi, ingat, tim kami bukan tim digdaya. Laga sulit akan kami hadang di Barranquilla (Kolombia)," ujar Tabarez, dikutip dari laman resmi FIFA.

Brasil dan Argentina Tanpa Striker Andalan

Brasil akan pada hari yang sama juga akan melawat ke Venezuela. Di atas kertas, skuat asuhan Tite jauh lebih diunggulkan, karena sang lawan merupakan penghuni peringkat terbawah. Mereka baru mengumpulkan 2 poin sejauh ini.

Pada pertemuan pertama pun, Tim Samba sukses menang dengan skor 3-1. Akan tetapi, nanti mereka dipastikan takkan diperkuat striker andalannya, Neymar. Pemain berusia 24 tahun tersebut harus menjalani hukuman akibat akumulasi 2 kartu kuning.

Padahal peranannya amat dibutuhkan oleh Brasil. Terlebih lagi saat bertemu Bolivia beberapa hari lalu, dia sukses mencatatkan pencapaian spektakuler. Sepanjang berkarier profesional di lapangan hijau, Neymar sudah mencatatkan 300 gol.

Meski begitu, Tite tak ingin anak asuhnya melemah. Dia optimistis akan kembali meraih kemenangan meski Neymar absen. "Tim harus tetap kuat tanpa Neymar. Tidak manusiawi jika membebankan segala hal pada Neymar," tuturnya dikutip dari Soccerway.

Di pertandingan lain, misi meraih 3 poin Argentina akan sedikit bertambah berat. Menjamu Paraguay, mereka akan kehilangan Sergio Aguero yang mendapatkan cedera saat menjalani latihan, kemarin.

Menuju pertandingan nanti, kondisi skuat asuhan Edgardo Bauza tidaklah baik. Di pertandingan sebelumnya, Tim Tango yang bermain di depan publiknya sendiri, Estadio Nacional de Lima ditahan imbang 2-2 oleh Peru.

Dengan absennya Aguero, otomatis urusan mencetak gol diserahkan kepada Lionel Messi. Bauza yang sukses merayu pemain berjuluk La Pulga itu untuk mengurungkan niat pensiun dari timnas memiliki harapan yang amat besar kepadanya.

"Saya merasa bahwa Messi masih memiliki banyak hal yang bisa diberikan kepada tim. Dia layak pensiun dengan cara lain, yakni mengakhiri karier internasionalnya sebagai juara," ujarnya seperti dilansir Sport.

Pembuktian Jerman dan Inggris di Zona Eropa

Tim nasional Jerman dan Inggris mengawali 2 pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa dengan gemilang. Mereka berhasil menyapu bersih semuanya dengan kemenangan. Hasil tersebut membuat mereka memuncaki klasemen grup.

Jerman dalam 2 pertandingan sebelumnya mencatatkan kemenangan atas Norwegia dan Republik Ceko. Tak tanggung-tanggu, keduanya diakhiri dengan kemenangan 3 gol tanpa balas. Skuat asuhan Joachim Loew tampil impresif sejauh ini.

Di pertandingan berikutnya, Der Panzer akan menjamu Irlandia Utara. Berlangsung di HDI Arena, Hannover pada Rabu 12 Oktober 2016 dini hari WIB, mereka dituntut untuk tampil konsisten. Jika melihat hasil melawan Ceko, Loew bisa sedikit bernafas lega. 

Setelah tidak memiliki opsi pemain ujung tombak, kini Thomas Mueller mulai memperlihatkan performa terbaik. Melempem di Piala Eropa 2016 lalu, pemain asal klub Bayern Munich seolah ingin menunjukkan bukti masih layak menjadi andalan dengan mencetak 2 gol ke gawang Ceko.

“Seorang striker punya fase, yang selalu bisa untuk mencetak banyak gol dan ia membuktikannya saat ini. Cukup sulit untuk memberikan penjelasannya," ujar Loew menjelaskan kebangkitan Mueller.

Situasi berbeda dialami oleh Inggris. Meski menang dalam 2 pertandingan terakhir, namun The Three Lions belum mampu meyakinkan para penggemarnya. Melawan Slovakia, mereka hanya menang 1-0.

Dan yang paling mencolok ialah ketika skuat asuhan Gareth Southgate menjamu Malta di Wembley Stadium. Tampil mendominasi sepanjang pertandingan, mereka hanya mampu unggul 2 gol tanpa balas.

Setelah itu, berbagai kritik datang kepada mereka. Yang paling mendapatkan sorotan ialah Wayne Rooney. Striker berusia 30 tahun tersebut dianggap tidak memiliki kontribusi siginifikan bagi tim. Bermain sebagai gelandang, dia tak mampu tampil maksimal.

Akibatnya, Rooney mesti pasrah tempatnya di tim utama Inggris terancam hilang saat bermain melawan Slovenia di Stadion Stozice nanti. Southgate pun sudah memberikan sinyal akan mencadangkannya.

"Saya harus membuat keputusan tepat untuk tim. Setelah kali Anda memilih tim, Anda akan meninggalkan beberapa pemain di bangku cadangan. Anda telah mempersiapkan untuk melakukan hal tersebut. Itu adalah bagian dari pekerjaan," kata Southgate seperti dikutip Soccerway.