Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 2 Mei 2019 | 15:36 WIB

Kisah di Balik Tenun Kamooru, Kerajinan Khas Desa Masalili

Team VIVA »
Lutfi Dwi Puji Astuti
Foto :
  • Dokumentasi Wignyo Rahadi
Karya Wignyo Rahadi

VIVA – Menenun telah menjadi kegiatan turun-temurun di Desa Masalili, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sampai saat ini, Desa Masalili menjadi sentra produksi kain tenun tradisional khas Muna.

Hampir setiap rumah di Desa Masalili menghasilkan kain sarung tenun yang dikenal dengan istilah Kamooru. Masyarakat Muna mempercayai bahwa untuk menenun Kamooru harus dengan jiwa yang bersih dan tenang. Jika tidak, penenun akan kesulitan merangkai motif yang memang cukup rumit dan sarat makna filosofis.

Baca Juga

Tenun asal Masalili identik dengan motif garis-garis dan warna terang seperti kuning, oranye, dan hijau. Dengan didukung oleh Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, desainer Wignyo Rahadi melakukan pengembangan terhadap kerajinan tenun di Desa Masalili, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tenun hasil pengembangan tersebut diaplikasikan oleh Wignyo dalam rangkaian koleksi bertema Kamooru. Ragam motif tenun yang digunakan adalah motif Kaholeno Ghunteli dan Panino Toghe, yaitu motif tenun yang biasa dipakai masyarakat umum untuk aktivitas keseharian, motif Bhia Bhia yang kerap dipakai perempuan yang belum menikah, motif Dhalima yang umumnya dipakai kalangan bangsawan untuk upacara adat perkawinan.

Koleksi Kamooru dikembangkan dari inspirasi gaya busana Retro dengan menonjolkan permainan cutting yang bervolume, seperti model lengan setali, celana harem, rok draperi, dan dress aksen tumpuk, dilengkapi hijab model capuchon.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Robby Tumewu Meninggal Dunia, Ini Kata Sang Kakak
SHOWBIZ - sekitar 1 tahun lalu
Terpopuler