Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 12 Agustus 2019 | 06:00 WIB

Rahasia Jaga Kesehatan Kulit di Tengah Paparan Polusi Udara

Team VIVA »
Tasya Paramitha
Isra Berlian
Foto :
  • Freepik/benzolx
Ilustrasi kulit wajah.

VIVA – Belum lama ini Jakarta menjadi kota dengan polusi udara terburuk di dunia versi AirVisual. Jakarta menempati peringkat teratas dengan kondisi udara tidak sehat.

Dampak polusi udara tersebut diketahui dapat mengganggu kesehatan tubuh. Mulai dari kanker paru-paru, penyakit jantung, mengganggu kesehatan kulit hingga stroke.

Baca Juga

Selain berpengaruh terhadap kesehatan, udara kotor juga dapat memengaruhi kulit, yakni membuat jadi lebih kusam dan kering, menimbulkan jerawat, bintik hitam atau pigmentasi kulit, hingga kanker.

Untuk itu, penting melakukan pencegahan dengan melindungi kulit, salah satunya dengan penggunaan tabir surya. Penggunaan tabir surya bukan hanya dikenakan pada saat di luar ruangan saja tetapi juga di dalam rumah.

Terpopuler

Hal ini disampaikan oleh dokter aging, dr. Haekal Yassier Anshari, M.Biomed (AAM) dalam acara Beautyvestasi by Diva di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Itu karena, menurut penjelasan dr. Haekal, sinar UV dapat menembus kaca.

“Di rumah atau di dalam mobil juga harus mengenakan tabir surya karena sinar UV menembus kaca,” kata dia, Minggu 11 Agustus 2019.

Untuk di dalam ruangan sebaiknya menggunakan tabir surya dengan SPF 15. Sedangkan luar ruangan, SPF yang disarankan berkisar 30-35.

Selain itu, mengonsumsi minuman dengan kolagen juga dianjurkan oleh Haekal sebagai perlindungan dari dalam. Mengingat, kata dia, semakin bertambahnya usia, antioksidan dalam tubuh juga berkurang.

“Polusi lagi in. Sebenarnya tubuh kita bisa menghasilkan antioksidan sendiri. Tetapi semakin bertambahnya usia, kemampuan untuk menghasilkan antioksidan berkurang. Kita butuh tambahan minuman kolagen untuk melindungi kolagen dari paparan radikal,” kata dia.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Udara Jakarta Berbahaya, Salah Siapa?
BERITA - sekitar 1 bulan lalu