Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 7 November 2018 | 15:37 WIB

Derita Sindrom Langka, Wanita Ini Terserang Kanker Bertubi-tubi

Team VIVA »
Jujuk Ernawati
Adinda Permatasari
Foto :
  • Dokumen Gini Reed, MD Anderson Cancer Center
Lauren Marler

VIVA – Seorang wanita bernama Lauren Marler memiliki kisah yang sangat menginspirasi dan mengharukan. Itu karena dia harus berjuang menghadapi empat jenis kanker sebelum usianya mencapai 28 tahun.

Tak cuma itu, Lauren juga mengidap sindrom langka yang secara dramatis meningkatkan risiko kankernya seumur hidup. Namun dia mampu berjuang menghadapinya dengan dukungan keluarga dan humor.

Baca Juga

Saat Lauren mulai mengalami gejala yang mengganggu pada usia 15 tahun, dia yakin bahwa itu adalah kanker. Setelah itu, remaja yang tinggal di Texas, Amerika Serikat ini melakukan riset sendiri dan menyadari hal itu benar. Tapi, itu hanyalah awal dari perjalanan kankernya yang mengerikan.

Dokternya menemukan dia sangat tidak beruntung, tapi masih sanggup menceritakan kisahnya. Pada tahun 2005, Lauren melihat ada darah di kotorannya, dia ketakutan tapi terlalu malu untuk menceritakan ke orang lain. Dua tahun dia menyembunyikannya sampai gejalanya bertambah parah.

"Saya mencari tahu gejala-gejala itu dan tahu saya punya semua tanda kanker usus besar. Saya ketakutan tapi tetap tidak bisa mengatakan pada ibu secara langsung, jadi saya menulis surat kepadanya, memberitahunya bahwa saya tahu saya mengidap kanker. Ibu saya mengira saya berlebihan, bahkan dokter yang saya temui bersamanya mengatakan itu adalah sembelit," ujarnya, seperti dikutip dari Reader's Digest.

Setelah menjalani diet tinggi serat, gejala-gejala kanker tetap ada sehingga dokter melakukan endoskopi dan kolonoskopi. Dan pada usia 17 tahun, dia didiagnosis mengidap kanker usus besar parah.

"Ketika saya saat bangun, ibu saya terlihat seperti baru melihat hantu. Dokter yang melakukan tes menangis. Dia mengatakan belum pernah melihat kasus yang separah saya, dan bahwa saya harus segera ke University of Texas MD Anderson Cancer Center," ujarnya.

Di sana, Lauren bertemu dengan Miguel Rodriguez-Bigas, MD, FACS, FASCRS, yang mengangkat seluruh usus besar dan hampir semua rektumnya, membuat ia hanya memiliki sedikit. Namun masih dengan fungsi cerna yang normal dan menghindari kantung ileostomy seumur hidup.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Cerita Jokowi Ibunda Sudjiatmi Notomihardjo Lawan Kanker
BERITA - 4 bulan lalu
Terpopuler