Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 3 Mei 2019 | 21:24 WIB

Kisah Bocah SD Tak Bersepatu, Diajak Panglima TNI ke Markas Prajurit

Team VIVA »
Anisa Widiarini
Ridho Permana
Foto :
  • Viva.co.id/Ridho
Karimullah bocah tak bersepatu bersama Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

VIVA – Ada pemandangan menarik di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat, 3 Mei 2019. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tampak didampingi seorang bocah. Sesuai rencana, Panglima TNI mengajak bocah itu untuk melihat secara langsung kegiatan prajurit TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat siang.

Bukan tanpa alasan, kegigihan bocah kelas IV SD bernama Karimullah (10), yang sempat bolak-balik Kemayoran-Depok demi menimba ilmu di SD Master (Masjid Terminal), Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, mendapat perhatian Panglima TNI.

Baca Juga

Karim, begitu ia akrab disapa, sementara memang telah mengungkapkan cita-citanya menjadi prajurit TNI suatu hari nanti. Informasi yang diterima awak media, Karim tampak berada di ruang VVIP Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Terpopuler

Masih mengenakan seragam SD, Karim tampak duduk berdampingan dengan Marsekal Hadi. Sang Panglima tampak mengajak Karim berbincang.

"Kamu mau jadi apa? Ingin jadi pilot? Ingin jadi prajurit infanteri? Jadi pelaut? Itu nanti biar bisa lihat di sana," tanya Marsekal Hadi kepada Karim, dalam keterangan tertulisnya.

"Kenapa kok ingin jadi tentara? Karena tentara itu kelihatannya gagah, karena tentara itu pakai baju loreng, atau apa? Coba, pengin tahu alasannya kenapa," tanyanya lagi.

"Gagah," jawab Karim.

Dari Bandara Halim, Karim terbang bersama Panglima TNI dan rombongan ke Kota Malang. Bahkan, dalam ruangan itu tampak pula istri Panglima, Nanik Istumawati.

Untuk menemani Karim, tampak ikut serta Danramil 01/Pancoran Mas, Kapten Inf Kholidi. Tampak pula Nurrohim, Ketua Yayasan Bina Insan Mandiri, yang mengelola sekolah nonformal SD Master, tempat Karim bersekolah selama ini.

Di Malang, Karim akan menyaksikan serangkaian kegiatan Panglima TNI. Di antaranya, melihat secara langsung kegagahan prajurit dalam Apel Kesiapsiagaan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Tahun 2019 di Lanud Abdul Rahman Saleh.

Komandan Kodim 0508/Depok, Letkol Inf Eko Syah Putra Siregar, mengatakan Panglima TNI mengajak Karim untuk melihat kegiatan prajurit TNI karena kegigihannya bersekolah dan cita-citanya yang ingin jadi tentara.

"Karena ananda Karim bercita-cita menjadi prajurit TNI, maka Bapak Panglima TNI mengajaknya melihat langsung kegiatan prajurit ke Malang," kata Dandim.

Karim tak Bersepatu

Awal mula kisah Karim sempat viral di media sosial karena kekuatan tekadnya pergi-pulang Kemayoran-Depok naik KRL Commuterline demi menimba ilmu.

Setiap hari, Karim berangkat dari rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, pukul 04.00 WIB agar tiba tepat waktu di sekolah nonformal bernama SD Master (Masjid Terminal) yang dikelola Yayasan Bina Insan Mandiri, Pancoran Mas, Kota Depok.

Hal yang kian membuat miris karena Karim sudah ditinggal mati ibunya sejak usia tiga bulan. Sedangkan ayahnya, Riyadi (29), tidak pernah pulang. Sehari-hari, Karim hanya dirawat oleh neneknya, Dyana (61), yang sudah sakit-sakitan dan hidup dari memulung.

Bahkan, saat terpotret sedang berada di dalam KRL, Karim mengenakan seragam SD putih-merah namun tanpa sepatu. Kepada penumpang KRL yang menanyainya, Karim mengaku tak punya sepatu.

Kisah Karim membuat hati Komandan Kodim 0508/Depok, Letkol Inf Eko Syah Putra Siregar, tergerak untuk mengulurkan bantuan. Letkol Eko lalu memerintahkan Danramil 01/Pancoran Mas, Kapten Inf Kholidi, untuk menggali kebenaran kisah Karim dan mencari bocah itu untuk sekadar membantu keperluannya.

Senin 29 April 2019 pagi, Kapten Kholidi pun mampir ke SD Master, yang terletak di dekat Terminal Margonda, Jalan Raya Margonda. Setelah tiba di sekolah, pihak yayasan memberi tahu Kapten Kholidi bahwa kisah Karim yang bolak-balik Kemayoran-Depok tanpa sepatu benar adanya. Bocah itu bernama lengkap Karimullah.

Saat jam istirahat, Kholidi pun meminta izin pihak sekolah untuk mengajak Karim keluar dan membelikannya barang kebutuhannya. Neneknya juga ikut serta. Total, Kholidi membelikan dua pasang sepatu berikut kaus kaki, dua pasang seragam SD, serta peci.

"Intinya kita peduli aja bahwa di wilayah kita ada berita seperti itu Kemudian perintah dari Komandan Kodim agar dicari alamatnya," kata Kholidi. (ase)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Kisah Pembuat Gerabah Berusia 108 Tahun
APA KABAR INDONESIA - lewat 2 tahun lalu