Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kamis, 3 Oktober 2019 | 05:19 WIB

Mahatma Gandhi, dari Remaja Pemberontak Jadi Bapak Bangsa India

Foto :
  • bbc
India memperingati 150 tahun kelahiran Mahatma Gandhi pada hari Rabu, 2 Oktober. - BBC

Pada 1940-an, sebuah kerajaan kuat dikalahkan seorang pria pecinta damai berpakaian sederhana. Dia adalah Mohandas Karamchand Gandhi, yang lebih dikenal dengan nama Mahatma atau "Jiwa yang Besar".

Saat itu, India adalah bagian dari Kerajaan Inggris, sejumlah negara yang dikuasai Inggris - dan Inggris lah yang menentukan hukum.

Baca Juga

Sebagai pegiat politik, Gandhi memperjuangkan kemerdekaan India dari kekuasaan Inggris, di samping hak kelompok masyarakat termiskin. Protes anti-kekerasannya masih menjadi panutan dunia sampai sekarang.

Pada peringatan hari kelahirannya yang ke-150, BBC menengok momen penting kehidupan Mahatma Gandhi.


Gandhi saat berumur tujuh tahun di India utara. - Getty Images

Lahir sebagai elite

Mohandas K. Gandhi dilahirkan di provinsi Porbandar, India barat laut pada tanggal 2 Oktober 1869. Latar belakang keluarganya dari kalangan elite - ayahnya adalah menteri utama negara bagian.

Ibunya adalah seorang perempuan yang sangat taat beragama. Dia menanamkan etika Hindu yang kuat dengan penekanan pada vegetarianisme, toleransi agama, kesederhanaan gaya hidup dan penolakan kekerasan.


Protes damai Gandhi terbukti lebih ampuh dibandingkan kekerasan. - iStock

Kehilangan momen meninggalnya ayah

Pada umur 13 tahun, Gandhi menikahi Kasturba, perempuan setempat yang saat itu berusia 14 tahun. Saat remaja, Gandhi memberontak terhadap keyakinan keagamaan ketat keluarganya; dia memakan daging dan mengunjungi daerah pelacuran, meskipun dia mengaku tidak berhubungan seksual.

"Saya masuk ke kubangan dosa, tetapi Tuhan dengan rasa maafnya yang tanpa batas melindungi saya," tulisnya kemudian.

Gandhi tertarik untuk memperbaiki diri dan meminta pengampunan setiap kali melakukan `kesalahan`.

Ketika ayahnya sekarat, Gandhi meninggalkannya untuk berhubungan seksual dengan istrinya, sehingga dia kehilangan momen saat ayahnya meninggal dunia.

Dalam autobiografinya, Gandhi menulis bahwa dirinya merasa sangat bersalah: "Saya merasa sangat malu dan sedih. Saya berlari memasuki kamar ayah. Jika nafsu binatang tidak membutakan saya, dia akan meninggal di pelukan saya."

Ketika istrinya hamil dan anaknya meninggal tidak lama setelah dilahirkan, Gandhi melihatnya sebagai cara Tuhan memaafkannya.


Gandhi dan istrinya Kasturba di India tahun 1915. - Getty Images

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
VIDEO: Pemuda Hindu Copot Bendera Hanoman Dari Menara Masjid
BERITA - 5 bulan lalu
Terpopuler