Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Sabtu, 29 Desember 2018 | 18:11 WIB

Cara Diet Sehat dan Tepat untuk Hindari Obesitas

Team VIVA »
Tasya Paramitha
Foto :
  • Pixabay
Ilustrasi diet/menurunkan berat badan.

VIVA – Obesitas telah menjadi masalah besar di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Secara umum, obesitas disebabkan oleh tiga faktor, yakni perilaku, lingkungan dan genetik. Faktor genetik memiliki porsi 10-30 persen, sementara faktor perilaku dan lingkungan dapat mencapai 70 persen.

Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa perkembangan teknologi yang pesat berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi obesitas. Ya, tanpa disadari, teknologi menggiring seseorang untuk bergaya hidup sedentari, di antaranya kurang beraktivitas fisik dengan seringnya menggunakan gadget, makan makanan tinggi kalori dan kurang mengonsumsi buah dan sayur.  

Baca Juga

Di Indonesia sendiri, penderita obesitas terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Mirisnya, obesitas bahkan sudah dialami mereka sejak usia anak-anak. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), selama kurun waktu lima tahun, penyandang obesitas dengan usia kurang dari 18 tahun terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2003, angka obesitas mencapai 10,5 persen dan meningkat di tahun 2013 hingga mencapai angka 14 persen. Sedangkan di tahun 2018, angka obesitas kembali meningkat menjadi 21,8 persen. Jika dihitung sejak 2013, maka terdapat peningkatan 1,4 persen angka kejadian obesitas per tahunnya.

Memang sulit untuk menurunkan berat badan. Namun, itu bukanlah hal yang mustahil. Lifestyle disease ini bisa diatasi dengan berbagai cara. Bahkan saat ini sudah banyak pihak yang menyediakan program penurunan berat badan dengan cara aman dengan bantuan ahli medis.

Dalam upaya memerangi obesitas, Prodia melakukan edukasi kepada masyarakat melalui seminar, event, maupun sarana promotif lainnya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan bahaya obesitas serta meningkatkan perilaku preventif. Tidak hanya itu, mereka juga meluncurkan program pemeriksaan Fat Loss Panel.  

Ini adalah program yang bertujuan untuk menurunkan massa lemak berlebih sehingga penyandang obesitas menjadi lebih sehat. Pemeriksaan kesehatan ini juga diperuntukkan bagi penyandang obesitas yang ingin kembali sehat dan terhindar dari risiko buruk akibat obesitas, seperti penyakit jantung, stroke dan sebagainya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Jawaban Dokter Soal Kenapa Titi Wati Memiliki Berat 350 KG
TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu
Terpopuler