Rokok Elektronik Juga Bikin Kecanduan

Cukai Cairan Rokok Elektronik
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA – Dalam beberapa tahun belakangan, kehadiran rokok elektronik atau juga dikenal dengan vape menjadi tren tersendiri di masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Vape disebut-sebut menjadi alternatif yang bisa mengurangi kecandunan terhadap rokok konvensional.

Seperti diketahui, rokok sendiri memang mengandung sejumlah zat kimia yang menimbulkan dampak negatif pada tubuh seperti kanker, paru-paru hingga kematian. Namun, benarkah rokok elektronik bisa mengurangi kecanduan terhadap rokok tembakau?

Dalam konferensi pers bertemakan "Rokok Elektronik: Ancaman atau Solusi", dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ(K), MPH dari Institute of Mental Health, Addiction and Neuroscience (IMAM) justru mengingatkan bahwa rokok elektronik membuat penggunanya adiksi terhadap nikotin cair yang ada di dalamnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan suatu penelitian, pengaruh rokok elektronik pada organ otak bisa bervariasi. Bila seorang ibu yang mengandung terpapar asap rokok elektronik, hal ini akan mengganggu perkembangan kognitif dan perilaku janin yang di kandungnya.

"Sementara, kandungan nikotin di dalam rokok elektronik juga mengarah pada adiksi jangka panjang pada perokok pemula usia remaja," ujarnya.

Selain itu, rokok elektronik juga menjadi cara masuk baru beragam jenis narkoba. Ia menjelaskan, bahwa pengguna rokok elektronik juga memiliki kecenderungan untuk menghisap narkoba, baik narkoba tradisional (ganja, kokain, heroin) maupun narkoba jenis baru (ganja sintetis, katinona sintetis), sehingga ia menyarankan untuk mempertimbangkan penggunaan rokok elektronik untuk mengurangi kecanduan. (rna)