Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 20 Mei 2019 | 19:09 WIB

Perkembangan Seks Terhambat, Waspada Thalasemia

Team VIVA »
Anisa Widiarini
Diza Liane Sahputri
Foto :
  • Freewallpaper
Ilustrasi thalasemia.

VIVA – Talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang terjadi secara genetik atau diakibatkan oleh keturunan. Talasemia datang bukan tanpa gejala, biasanya ditandai dengan beberapa tanda salah satunya perkembangan seks sekunder yang terhambat pada anak.

Dokter Spesialis Anak, RSCM dr. Teny Tjitra Sari, Sp.A. (K) mengatakan seseorang perlu dicurigai talasemia jika menunjukkan tanda dan gejala seperti pucat kronik, kuning, perubahan bentuk wajah, perut membesar, dan kulit semakin menghitam. Selain itu, tinggi badan tidak seperti teman sebaya, dan pertumbuhan seks sekunder yang terhambat.

Baca Juga

"Selain itu, biasanya didapatkan riwayat transfusi rutin pada anggota keluarga besar," ujarnya saat seminar Hari Talasemia Sedunia, di Gedung Kemenkes, Jakarta, Senin 20 Mei 2019.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Disertasi Seks Halal, Kontool & Pangdam Papua Dicopot
BERITA - 10 bulan lalu
Terpopuler