Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 24 Mei 2019 | 16:05 WIB

Suka Makan Asinan untuk Berbuka Puasa, Ketahui Dulu Aturannya

Team VIVA »
Jujuk Ernawati
Adinda Permatasari
Foto :
  • VIVA.co.id/ Diza Liane Sahputri
Asinan SevenFriday Space

VIVA – Perpaduan rasa asin, asam, manis, dan pedas pada asinan memang menggiurkan untuk dijadikan santapan berbuka puasa. Tapi, seberapa amankah mengonsumsi hidangan ini di kala perut dalam keadaan kosong?

Menurut dokter spesialis gizi klinik dr. Ida Gunawan, SpGK, konsumsi asinan sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa maupun untuk sahur. Sebabnya, asinan dibuat dengan banyak rasa asam karena diberi cuka.

Baca Juga

Rasa asam yang berlebihan ini bila dikonsumsi setelah tidak makan dan minum selama 12-14 jam, akan menimbulkan masalah kesehatan pada saluran cerna.

"Bisa menimbulkan asam berlebih di lambung dan bisa memicu maag, diare, rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, kembung, dan begah. Jadi sangat dianjurkan untuk tidak berbuka puasa dengan asinan yang asam," ujar Ida dalam program Ayo Hidup Sehat di tvOne, Jumat, 24 Mei 2019.

Terpopuler

Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa sayuran yang biasanya digunakan untuk asinan adalah sayuran mentah. Jadi, ketika perut kosong selama lebih dari 12 jam, sebaiknya diberikan makanan lumat yang halus dan matang. Jangan mengonsumsi sayuran yang masih mentah, apalagi bila penyajiannya tidak dicuci bersih sehingga masih ada bakteri yang dapat mengganggu pencernaan.

Pada penderita diabetes dan hipertensi juga sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi asinan. Di dalam asinan terdapat rasa manis meski tidak sama jumlahnya dengan rasa manis dari gula. Meski begitu, rasa asin yang berlebihan juga bisa menaikkan kadar gula darah. Ida menganjurkan sebaiknya konsumsi asinan buah dalam satu porsi berisi 5-6 potong buah dengan kuah.

"Bagi diabetesi yang ingin makan asinan pilihan terbaik adalah asinan sayur. Di dalam asinan sayuran mengandung berbagai jenis sayuran, seperti kol, timun, daun selada, tauge, dan protein dari tahu," tutur Ida.

Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam asinan sayuran ada bumbu kacang. Sebaiknya menggunakan bumbu kacang tidak lebih dari 4-5 sendok makan. Itu karena bumbu kacang sebelumnya diolah dengan digoreng sehingga ada kandungan lemaknya.

Bagi penderita hipertensi juga sebaiknya tidak mengonsumsi asinan lebih dari satu porsi dalam satu minggu. Karena, pasien hipertensi harus sangat memperhatikan kandungan garam. Garam, menurut beberapa penelitian, berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi.

Meski tak boleh dikonsumsi secara berlebihan, tapi asinan juga memiliki manfaat baik bagi tubuh. Asinan mengandung antioksidan yang tinggi yang terdapat dari zat warna dalam sayuran. Buah-buahan yang dijadikan asinan seperti nanas kaya akan karotenoid, dan mangga dan kedondong kaya akan antioksidan vitamin C dan D yang dibutuhkam tubuh.

Namun, Anda mesti memperhatikan bahwa sayuran mentah yang dipakai dalam asinan dan rasa asamnya bisa memicu diare. Ida menjelaskan, asam pada asinan bisa merangsamg sekresi pada saluran cerna sehingga merangsang diare. Bahan sayuran mentah yang tidak diolah dengan baik seperti dicuci dengan bersih, dan penyimpanan tidak baik bisa membuat sebagian sayuran basi sehingga menimbulkan diare ketika dikonsumsi.

Ida juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi asinan dalam keadaan perut kosong. Sebaiknya makan asinan setelah makan nasi atau dijadikan sebagai pencuci mulut. Saat mengonsumsi asinan batasi kuahnya dan kerupuk agar tidak menambah kalori yang masuk ke tubuh. (ldp)

Topik Terkait
Saksikan Juga
5 Kota dengan Penduduk Berumur Panjang
TVONE NEWS - 2 bulan lalu