Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 30 Mei 2019 | 05:00 WIB

Rajin Konsumsi Ubi Jalar Bisa Picu Kegemukan

Team VIVA »
Anisa Widiarini
Diza Liane Sahputri
Foto :
  • U-Report
Ubi jalar (pexels.com)

VIVA – Ubi jalar merupakan jenis umbi yang banyak digunakan sebagai bahan baku kue dan minuman. Ubi jalar yang terbagi menjadi tiga jenis, yakni ubi jalar merah, ubi jalar putih, dan ubi jalar ungu ini memiliki cita rasa yang manis. Bukan hanya, rasanya yang manis ubi jalar diketahui memiliki beragam manfaat yang baik bagi tubuh.

Salah satunya adalah baik bagi mereka yang ingin menjalani program diet. Seorang ahli diet dari Amerika menyebut jenis umbi padat nutrisi dan jumlah kalori yang rendah. Kementerian Pertanian di Amerika menyebut, mengonsumsi ubi jalar ukuran sedang bisa memenuhi 100 persen kebutuhan harian.

Baca Juga

Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi ubi jalar terlalu banyak dapat menyebabkan sering buang gas alias kentut. Hal itu pun dibenarkan oleh dokter spesialis gizi, DR. dr Samuel Oetoro, MS, SpGK(K) dalam program Ayo Hidup Sehat di tvOne, Rabu 29 Mei 2019.

“Fakta, karena ubi tinggi akan tepung dan serat,” kata dia.

Terpopuler

Dr. Oentoro menjelaskan, di dalam usus besar, umbi yang masuk akan terfermentasi.

“Golongan karbohidrat di atas dicerna bakteri baik, saat dicerna fermentasi itu akan mengeluarkan gas,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja, mengonsumsi terlalu banyak ubi jalar bisa menyebabkan kegemukan, karena umbi tinggi akan kandungan gula dan karbohidrat.

“Ubi tinggi karbohidrat, kalau terlalu banyak bisa menyebabkan kegemukan. Orang dengan diabetes juga perlu hati-hati karena bisa menyebabkan gula darah naik,” jelas dia.

Untuk itu, penting memperhatikan saat mengonsumsi ubi jalar, dr. Oentoro menyarankan untuk tidak mengupas kulit ubi jalar. Lantaran, kulit ubi jalar tinggi serat yang nantinya berfungsi untuk membantu penyerapannya karbohidrat secara perlahan.

“Selain kaya akan antioksidan, kulit ubi juga bagus untuk membantu penyerapan karbohidrat dan gula secara perlahan. Untuk itu, kulitnya jangan dikupas, cukup dicuci bersih, kemudian direbus atau dikukus lalu dimakan bersama kulitnya."

Untuk jumlah konsumsi bagi penderita diabetes dilarang terlalu banyak, sedangkan bukan penderita diabetes bisa sehari sebanyak dua ukuran sedang.

Topik Terkait
Saksikan Juga
5 Kota dengan Penduduk Berumur Panjang
TVONE NEWS - 2 bulan lalu