Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 21 September 2019 | 05:20 WIB

Selain ISPA, Asap Karhutla Bisa Bisa Bikin Infeksi Paru

Team VIVA »
Anisa Widiarini
Diza Liane Sahputri
Foto :
  • ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Lokasi Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) beberapa waktu lalu.

VIVA – Karhutla di beberapa wilayah di Tanah Air mulai menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi penyakit paling utama yang patut diwaspadai.

Karhutla sudah menjadi salah satu bencana yang memerlukan penanganan sesegera mungkin. Di dalam asap sisa karhutla sendiri sebenarnya terdapat kandungan yang cukup berbahaya sehingga masalah kesehatan rentan menyerang.

Baca Juga

"Ada kandungan di dalam asap yang menyebabkan racun. Jadi saluran napas tidak leluasa menghirup udara seolah tersumbat, pertukaran oksigen bisa mati karena itu. Di samping memunculkan serangan asma yang memang sudah ada," ujar dokter spesialis paru, Prof. Dr. Anwar Jusuf Sp.P(K), dalam temu media di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta, Jumat 20 September 2019.

Begitu pula ketika asap karhutla yang terpapar terus menerus, membuat daya tahan tubuh menurun. Kondisi itu lantas semakin berbahaya dan membuat ISPA rentan mengintai siapa saja.

Terpopuler

"Bisa jadi ISPA belum ada tapi asapnya bikin peradangan paru terus menerus lalu saluran napas menyempit, hipersensitif, dan produksi lendir banyak, membuat napas makin sulit. Pada kondisi ini akhirnya ISPA muncul," ujar dokter spesialis paru, DR. Dr. Anna Rozaliyani, MBiomed, Sp.P.

Dengan menurunnya daya tahan tubuh, infeksi lainnya pun rentan terjadi. Tak dimungkiri, infeksi dari bakteri maupun jamur akan menggerogoti paru.

"Asap menjadi faktor pelemah daya tahan tubuh. Dengan asap ini, faktor pertahanan paru terhadap penyakit menurun karena kabut asap sehingga mudah terinfeksi jamur dan bakteri lalu bisa menyerang paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis," ungkap dokter spesialis paru, dr. Erlang Samoedra Sp.P.
 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Titik Api Baru Terus Bermunculan di Gunung Semeru
TVONE NEWS - 16 hari lalu