Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Minggu, 22 September 2019 | 06:22 WIB

Radang Tenggorokan Ternyata Bisa Sebabkan Jantung Reumatik

Team VIVA »
Tasya Paramitha
Sherly (Tangerang)
Foto :
  • Freepik/freepik
Ilustrasi radang tenggorokan.

VIVA – Penyakit radang tenggorokan atau penyakit peradangan dalam tubuh lainnya, ternyata tidak bisa dianggap sepele. Hal itu lantaran, bila tidak diobati dengan benar dan tuntas, bisa menyebabkan penyakit jantung reumatik.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Ario Soeryo Kuncoro mengatakan, penyakit jantung reumatik ini merupakan serangan atau gangguan mendadak yang terjadi pada katup jantung. Bahkan, bila tak tertangani dengan benar, bisa menimbulkan gagal jantung yang berakibat kematian.

Baca Juga

"Ini bukan reumatik pada sendi ya, melainkan katup jantung mengalami gangguan akibat proses peradangan yang awalnya tidak tertangani dengan benar atau dengan tuntas," katanya saat ditemui baru-baru ini.

Penyakit jantung ini timbul setelah peradangan yang terjadi berkali-kali pada tubuh, salah satunya disebabkan oleh radang tenggorokan dari bakteri Streptococcus tipe A. Biasanya terjadi pada anak-anak di usia SD sampai SMP.

Terpopuler

"Karena terjadi berulang-ulang, ditambah proses penyembuhan yang tidak tuntas, menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Sehingga bakteri tersebut menyerang katup jantung dan ini yang bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Terlebih, biasanya akan baru disadari dan gangguan terjadi ketika sudah berusia 20 sampai 30 tahun," ujarnya.

Biasanya gangguan yang datang adalah gampang sesak napas, mudah lelah, hingga nyeri pada dada. Bila sudah begini, dokter akan mendiagnosis dan menangani sesuai tingkat kerusakan katup jantung.

"Penanganannya sudah pasti berbeda. Ada yang katup bocor atau penyempitan. Akan dilihat oleh dokter yang menangani," ucap Ario.

Di Indonesia sendiri, kasus penyakit jantung reumatik ini masih sering ditemukan. Angkanya masih tinggi karena tidak adanya deteksi dini pada saat peradangan awal terjadi. Berbeda dengan negara-negara Asia lainnya, di mana kasus seperti ini sudah jarang terjadi.

Di Singapura dan Malaysia bisa 0 kasus atau hampir tidak ada. Sebab, deteksi dininya dilakukan dengan baik.

"Kalau di Indonesia masih banyak, karena kita sendiri belum punya alat untuk melakukan deteksi dini. Maka dari itu, gejalanya hanya bisa dilihat dari proses peradangan itu, sehingga jangan meremehkan ketika gejala radang tenggorokan menyerang,” kata Ario.

“Lalu, biasakan batuk untuk menutup mulut, mencegah penularan bakteri via air liur. Ditambah, hidup sehat, gemar berolahraga dan perhatikan asupan makan," tutupnya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Fakta Yandy Laurens, Sutradara yang 'Anti' Film Horor
SHOWBIZ - 12 jam lalu