Ada Menu Baru di Gerbong Restorasi Kereta Api

Peresmian Loko Coffee Shop di Cirebon
Sumber :
  • VIVA.co.id/Erfan Septyawan (Cirebon)

VIVA – Kota Cirebon menambah satu lagi tempat nongkrong yang nyaman dan kekinian. PT Reska Multi Usaha membuka Loko Coffee Shop, yang berada di jalan Kartini.

Loko Coffee Shop Cirebon ini menjadi daya tarik baru di jantung Kota Cirebon. Konsepnya diadopsi dari stasiun kereta api pada masa Nederlandsch- Indische Spoorweg Maatschpappij (perusahaan kereta api pada masa Hindia Belanda).

Desain klasik khas Eropa ini memberikan pengalaman baru untuk warga yang ingin bersantai. Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro meresmikan langsung Loko Coffee Shop Cirebon tersebut.

Edi juga sempat mencicipi beberapa menu minuman dan makanan yang telah disediakan. Ia mengatakan, Loko Coffee Shop Cirebon ini upaya untuk memenuhi permintaan masyarakat yang ingin bersantai.

"Ini terobosan baru, di kota lain itu di sekitar stasiun. Saya lihat tadi, menunya lumayan dan terjangkau sekali," ujarnya di lokasi, Minggu 11 November 2019.

Interior Loko Coffee Shop juga menjadi daya tarik. Kursinya bekas kereta kelas bisnis buatan tahun 1985. Bekas bantalan rel kayu kereta api pun dijadikan kursi dan meja. Suasana seperti di stasiun menjadi lengkap, dengan adanya replika dari Kereta Inspeksi Wijayakusuma.

Plt Direktur Utama PT Reksa Multi Usaha, Muhammad Sahli mengatakan, untuk mengakomodir kebutuhan mobilisasi para pekerja masa kini, terdapat workspace atau ruang meeting. Selain kopi, para pengunjung juga dapat menikmati sajian 27 varian teh.

"Menu lokal Balakutak dan Empal Gentong juga tersedia di Loko Coffee Shop ini. Sama seperti pendahulunya, dengan konsep coffee shop, para pengunjung juga dapat menikmati beraneka macam kopi khas nusantara," kata Sahli.

Selain meresmikan Loko Coffee Shop, PT Reska Multi Usaha juga memperkenalkan menu makanan terbaru untuk restoran di atas kereta api.

"Selain varian menu nasi goreng kecombrang, varian menu rice bowl juga menjadi opsi pilihan menu sajian di atas kereta api," ungkapnya.

Laporan: Erfan Septyawan / Cirebon