Perlukah Hilangkan Gula, Garam, Lemak dari Makanan Anak?

anak obesitas
Sumber :
  • http://www.viralspell.com

VIVA – Isu obesitas atau kegemukan pada anak merupakan isu global yang perlu disikapi. Badan Kesehatan Dunia WHO memprediksi, jumlah anak penderita obesitas di dunia akan mencapai 70 juta jiwa pada tahun 2025 mendatang.

Maka dari itu, obesitas pada anak perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini dikarenakan obesitas dapat menimbulkan banyak penyakit di kemudian hari, mulai dari diabetes, jantung, hingga stroke.

Salah satu cara untuk mengatasi obesitas pada anak adalah dengan mengatur asupan makanan mereka. Terutama membatasi asupan gula, garam dan lemak. Namun, terkadang tidak sedikit dari orang tua yang kemudian benar-benar menghilangkan gula, garam dan lemak pada asupan makanan anaknya.

Padahal, kata dokter spesialis gizi klinis, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK, anak-anak tetap membutuhkan asupan gula, garam dan lemak. Namun, asupan gula, garam dan lemak itu tetap ada batasannya. Menurut anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) asupan gula per hari anak adalah sebesar 30 gram atau sebanyak 4 sendok teh gula pasir.

“Anak tetap dikasih rasa, kita ambil gula alami dari nasi, kentang, ubi. Mereka juga tidak diberikan gula tambahan seperti minuman kemasan,” kata dia dalam acara Eat like a Pro by Beko di Wyl’s Kitchen Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa 16 Juli 2019.

Dia melanjutkan, anak-anak juga masih membutuhkan asupan garam dan lemak dalam keseharian. Namun, dia menekankan bahwa asupan garam atau sodium harus alami.

“Anak-anak masih butuh sodium dan lemak. Khusus lemak itu dibutuhkan tubuh baik lemak jenuh dan tidak jenuh karena lemak merupakan bahan untuk pembentuk hormon. Jika mereka kekurangan lemak akan memengaruhi proses pembentukan hormon,” lanjut dia.(nsa)