Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 5 Agustus 2019 | 10:47 WIB

Tips agar Si Kecil Tak Rewel saat Mati Lampu

Team VIVA »
Adinda Permatasari
Bimo Aria
Foto :
  • Pixabay/sheldoni
Ilustrasi ibu dan bayi.

VIVA – Matinya aliran listrik yang terjadi di Jakarta, dan di beberapa tempat di Jawa Barat dan Jawa Tengah selama kurang lebih 8 jam membuat banyak masyarakat panik. Selain karena tidak mendapat aliran listrik, asupan air di beberapa tempat juga terganggu. 

Kondisi ini akan semakin membuat panik jika memiliki anak bayi. Anak-anak kerap menangis karena kondisi yang gelap dan juga tanpa pendingin udara seperti kipas ataupun AC. Tapi, sebetulnya ada sejumlah tips mudah menjaga anak tetap anteng meski mati lampu. Berikut ini beberapa tipsnya seperti dilansir Baby Center

Baca Juga

Mengatur Suhu Ruangan

Di siang hari, buka semua jendela dan pintu setiap ruangan. Udara segar akan membantu mendinginkan rumah.  Namun, jika angin kering panas (toilet) bertiup, tutup pintu dan tetap di ruangan paling dingin di rumah. 
Kemudian, gulung karpet dan tikar. Lantai penutup adalah permukaan yang jauh lebih dingin untuk duduk dan berbaring. Bayi dan balita dapat tidur siang di kasur atau kasur tipis (chatai). 

Terpopuler

Pada malam hari, tutup semua jendela dan pintu yang mengarah langsung ke luar rumah. Khususnya saat senja dan subuh karena ini adalah saat nyamuk paling aktif.  Penyakit yang berhubungan dengan nyamuk seperti malaria, demam berdarah dan chikungunya bisa sangat serius.

Anda mungkin ingin menggunakan obat antiserangga atau membakar obat nyamuk untuk perlindungan tambahan. Namun, hasil bakarannya bisa menimbulkan masalah kesehatan dan memicu bahaya kebakaran yang serius.  Sebaliknya, nyalakan mereka di luar rumah agar nyamuk tidak memasuki rumah. 

Pakaian

Pilih pakaian katun ringan yang juga berwarna terang sangat ideal untuk bayi Anda di musim panas.  Dalam cuaca dingin, biarkan dia tetap mengenakan pakaian musim dingin seperti wol atau termal. 

Jika menggunakan popok kain, pertimbangkan untuk beralih sementara ke popok sekali pakai. Ini akan sangat berguna jika listrik tidak menyala untuk waktu yang lama dan bergantung pada mesin cuci.

Makanan dan minuman

Jika masih memberikan ASI, pilihlah ASI beku yang baru saja dicairkan, tetapi buang ASI yang telah disimpan dalam lemari es yang tidak berfungsi selama 24 jam.

Saat menyiapkan makanan, cepatlah saat harus mengeluarkan barang dari lemari es. Menjaga pintu tertutup sebanyak mungkin akan membantu lemari es tetap dingin lebih lama.

Persiapkan makanan yang cukup untuk setiap waktu makan sehingga tidak perlu menyimpan sisa makanan di lemari es. Bahkan di musim dingin, makanan bisa menjadi buruk setelah dikeluarkan untuk waktu yang lama.

Simpan beberapa botol makanan bayi yang sudah disiapkan sebelumnya. Jika biasanya Anda tidak menggunakannya, mereka berguna untuk keadaan darurat. Anda dapat membelinya dari supermarket besar.

Untuk mensterilkan botol, dot dan pompa ASI, rebus setidaknya sepuluh menit. Pastikan air mendidih sebelum  memasukkan peralatan makan ke dalam panci.

Saat peralatan mendidih, periksa apakah semuanya tetap di bawah permukaan air.  Jika air mulai mendidih, tambahkan lagi air mendidih ke wajan untuk menjaga semuanya tertutup.  Karet botol dapat rusak dengan mudah dengan cara mensterilkannya, jadi periksalah dengan cermat apakah ada retak atau pecah sebelum menggunakannya.

Bermain dan kegiatan lainnya

Selama musim panas, dorong anak-anak bermain di tempat teduh di luar rumah untuk menghindari sengatan matahari.  Selain itu, pastikan bahwa anak minum cukup cairan sepanjang hari.  Jika cairan tidak diisi kembali, bayi dan anak kecil dapat mengalami dehidrasi. (nsa)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Forum Advokat Muda Indonesia Gugat PLN dan Pemerintah
TVONE NEWS - 18 hari lalu