Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 10:51 WIB

KPAI Keberatan dengan Lagu Bodo Amat Young Lex

Team VIVA »
Alika Noor Kholifah
Bimo Aria
Foto :
  • Instagram/@young_lex18
YouTuber Young Lex

VIVA – Lagu Young Lex yang baru dirilis dengan judul “Lha Bodo Amat" mengundang kontroversi. Belakangan, lagu yang memuat lirik tak senonoh itu juga memicu reaksi dari Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Retno Listyarti. Ia mengaku keberatan dengan penggunaan istilah “Bacot” dalam lagu tersebut. 

"Meski keberatan dengan penggunaan istilah “Bacot” dalam lagu “Lha Bodo Amat”, tapi saya tidak mau menghakimi Lex, saya tetap memilih bertemu Lex di kantornya pada Kamis sore, 8 Agustus 2019 untuk mendengar sendiri penjelasan Lex atas kata itu," ungkap Retno dalam siaran persnya. 

Baca Juga

Menurutnya, masyarakat harus bersikap adil terhadap penulis lagu. Ia mengatakan, karena sebagai karya seni, tentu makna kata yang digunakan kerap kali memiliki makna tersendiri bagi penulisnya. 

"Sebenarnya, saya datang bukan sebagai Komisioner KPAI, tetapi sebagai teman. Walau baju 'komisioner' sulit dilepaskan dari saya," kata Retno. 

Terpopuler

Retno mengungkapkan, bahwa dirinya telah lama mengenal Lex sekitar tahun 2018. Kala itu dirinya pernah menjalin kerja sama cukup lama saat mengkampanye stop bullying di berbagai sekolah di beberapa kota/kabupaten. 

"Kami beberapa kali berkontak melalui media sosial. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang ceplas-ceplos, apa adanya, tidak jaim dan kritis. Sepanjang mengenalnya, Lex selalu bersikap hormat terhadap saya," kata dia. 

Terkait lagu tersebut, Retno hanya mempersoalkan kata “bacot" yang ada pada liriknya. Meskipun kata bacot hanya sedikit digunakan, namun kata-kata itu ada dalam lagunya. 

Lebih jauh, Retno mengatakan bahwa pengaruh media sosial dan internet merupakan bagian pendidikan masyarakat. Ketiganya saling kait-mengait dan dapat membentuk karakter seorang anak. 

Namun, ketika karakter anak kuat sejak pendidikan dini di rumah, maka pengaruh di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat akan membuatnya dapat memilih dan memilah mana yang baik, mana yang buruk. 

"Konsep diri yang positif akan sangat membantu anak menangkal pengaruh buruk. Di sinilah penting pola asuh positif dari orangtua," ujar Retno. [mus]

Topik Terkait
Saksikan Juga
Datangi KPAI, Duo Semangka: Kami Tidak Keberatan
SHOWBIZ - 3 hari lalu