Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Minggu, 25 Agustus 2019 | 16:50 WIB

Bukit Lawang, 'Surga' Tersembunyi di Utara Sumatera

Team VIVA »
Yunisa Herawati
Foto :
  • Dok: Asuransi Astra
Jembatan di Sumatera Utara

VIVA – Saat berkunjung ke Medan, biasanya pendatang memilih untuk melakukan wisata budaya dan kuliner. Namun ternyata, Ibu Kota Sumatera Utara itu juga menyimpan kekayaan alam.

Salah satunya, Tangkahan. Dari Kota Medan, jaraknya sekitar empat jam perjalanan darat. Bersama rombongan Asuransi Astra dalam rangkaian acara Simply Memorable Trip, VIVA.co.id diajak untuk menikmati keindahan alam di kawasan tersebut.

Baca Juga

Banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di area, yang sebagian besar masih berupa persawahan itu. Mulai dari menyusuri Sungai Batang menggunakan ban karet (tubing), hingga memandikan beberapa gajah liar yang hidup bersama warga.

Pesona Tangkahan tidak hanya memikat wisatawan mancanegara saja. Beberapa artis Indonesia juga diketahui pernah datang ke Sungai Batang, seperti Nicholas Saputra dan Hamish Daud.

Terpopuler

Baca juga: Ada Mobil Baru Meluncur Bulan Depan, Harganya Rp74 Juta

Perjalanan tidak akan membosankan, karena mata dimanjakan dengan hamparan pohon sawit yang berderet rapi di sisi jalan.

Usai asyik bermain air, rombongan kemudian diajak menuju Bukit Lawang. Berada di Kabupaten Langkat, wilayah itu masuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser, yang menjadi rumah dari satwa orangutan.

Dulu, Bukit Lawang menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai dikenal. Namun, adanya banjir bandang yang terjadi pada 2003, membuat ratusan rumah warga yang ada di tepian Sungai Bahorok itu hancur.

Untuk bisa tiba di Bukit Lawang, ada jalan utama yang waktu tempuhnya kurang lebih lima jam. Namun, tim diajak melewati jalur alternatif yang jalurnya cenderung tanah dan berbatu, demi memangkas jarak. Alasannya, waktu sudah malam dan rombongan mulai kehabisan tenaga.

Perjalanan di malam hari itu cukup menegangkan. Bagaimana tidak, pukul 22.00 WIB harus menembus rimbunnya pohon sawit. Gelapnya malam membuat suasana seperti sedang berpetualang di dalam hutan rimba.

Suasana makin mencekam, saat melewati sisi jalan yang berada persis di tepi bukit. Sungai yang mengalir deras, ditambah gelapnya jurang, membuat jantung berdegup kencang. Untung, semuanya bisa dilalui dengan aman dan rombongan tiba di tujuan tanpa kurang apa pun.

Topik Terkait
Saksikan Juga
23 Jenazah Korban Kebakaran Langkat‎ Belum Teridentifikasi
TVONE NEWS - 3 bulan lalu