Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 05:00 WIB

Nenek Hawariyah Pamit 'Tidur' di Muzdalifah

Team VIVA »
Dedy Priatmojo
Foto :
Nenek Siti Hawariyah Utuh Hasan (92), jemaah tertua di Kalimantan Selatan

VIVA – Wajahnya pucat, tubuh renta yang tengah rebah di Muzdalifah mendadak dingin, digugah pun tak beri isyarat apa-apa. Kelopak matanya juga tak beri reaksi pada cahaya, detak nadinya terhenti. 

Nenek Hawariyah berpulang, di tengah jutaan manusia tengah bermunajat di hamparan gurun tandus Muzdalifah. Napak tilas perjalanan Rasulullah bermalam di Muzdalifah sebelum menuju Mina untuk menunaikan haji.

Baca Juga

Tak ada isyarat apapun atas kepergian nenek 93 tahun itu. Kepada Husnawati, anak perempuannya yang ikut mendampingi ibadah haji, Nenek Hawariyah cuma pamit. "Guring". Bahasa Banjar yang artinya pamitan tidur.

Nenek Hawariyah merupakan jemaah haji Kloter 19 Embakarkasi Banjarmasin (BDJ). Usianya 93 tahun, tertua se-Embarkasi Banjarmasin. Ia mendaftar haji sejak 7 tahun lalu dan tahun ini berangkat bersama Husnawati, putri kandungnya.

Husnawati tentu sangat sedih dan kehilangan atas meninggalnya Hawariyah. Pergi berdua ke Tanah Suci, tapi kini mesti pulang sendirian ke Tanah Air.  Tapi sedikit yang melegakan hatinya, cita-cita Nenek Hawariyah untuk berhaji sudah terpenuhi.

"Dia kan menunggu 7 tahun, mungkin 7 tahun itu lah habis usianya, daftar haji ini nunggunya 7 tahun," kata Husnawati kepada tim MCH usai puncak haji di Mina, beberapa waktu lalu.

Husnawati bercerita, ibunya memang sempat diinfus saat tiba di Arafah karena badannya panas dan jantungnya berdetak kencang. Namun, kondisi kesehatannya berangsur membaik setelah ditangani dokter dan tim kesehatan. Nenek Hawariyah dikembalikan ke tendanya di Arafah dan ibadah seperti biasanya.

"Salat Magrib di tenda, minta makan,  terlihat sehat, senang, dia angkat-angkat tangannya. Orang-orang lihat mamak baikan," ujarnya.

Menjelang Isya, Husnawati membawa ibunya naik ke dalam bus, beserta rombongan, berangkat ke Muzdalifah untuk bermalam, sebelum menuju Mina menjelang pagi harinya. Tak lebih dari setengah jam, rombongan Kloter 19 BDJ tiba di Muzdalifah.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Melihat Souk Ukaz, Festival Pasar Kuno Bangsa Arab
HAJIPEDIA - 11 bulan lalu