Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Menjajal Surga Belanja di Beijing

Sabtu, 15 Juni 2019 | 06:22 WIB
Foto :
  • Viva.co.id/Anisa W
Wangfujing

Pembeli yang tidak bisa berbahasa China, tidak perlu khawatir bakal mengalami kesulitan berkomunikasi dengan pedagang, karena mayoritas penjual di Silk Street bisa bahasa Inggris. 

6. Ya Show

Baca Juga

Pusat belanja lain yang tak kalah populer adalah Ya Show yang letaknya di daerah Sanlitun, suatu daerah yang berdekatan dengan tempat tinggal atau kantor sejumlah kedutaan besar atau korps diplomatik. 

Sama halnya dengan di Silk Street, di Ya Show gedungnya setiap lantai juga telah di tata untuk memudahkan wisatawan agar tidak perlu pusing mencari barang yang diinginkan. 

Para penjual di Ya Show, umumnya juga bisa berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang bisa bahasa Indonesia atau Melayu, karena memang lokasi itu merupakan tempat favorit belanja bagi wisatawan asal Indonesia dan Malaysia.

Banyaknya tempat belanja sejenis yang bertebaran di Beijing, membuat wisatawan memiliki banyak pilihan banyaknya tempat belanja yang tumbuh di Beijing. 

Penting diperhatikan saat belanja di Beijing

Meski banyak pilihan berbelanja, namun yang sering menjadi kendala adalah bahasa. Para pedagang di China, memang rata-rata berbahasa Mandarin. Tetapi, banyak juga yang bisa berbahasa Inggris dan Indonesia. Jadi, tidak perlu takut belanja cuma karena kendala bahasa.

Kalkulator dan 'bahasa tarzan' adalah bahasa sah yang dapat digunakan, jika kita belanja di negeri yang tidak banyak bisa berbicara dalam bahasa Inggris.

Selain kalkulator, yang harus diwaspadai adalah beredarnya uang palsu. Pengalaman yang saya alami sendiri menukarkan Rupiah dengan Yuan di salah satu money changer di Jakarta Selatan, ternyata 'tidak laku', saat saya gunakan untuk berbelanja. Pemilik toko dengan bahasa lokal, dengan seadanya berusaha menjelaskan bahwa uang yang saya bawa palsu.

Karenanya, pastikan money changer yang Anda tukarkan tersebut, termasuk ke dalam Authorized Money Changer atau money changer berizin. Hal ini sangat penting, karena dapat mengurangi risiko pembohongan atau mendapatkan uang rusak bahkan palsu. 

Selain itu, jika Anda terlanjur mendapatkan uang palsu, sebaiknya langsung disimpan kembali, jangan coba-coba membelanjakannya lagi. Karena, biasanya pemilik toko yang mendapati uang palsu di China, langsung dengan spontan menyobeknya. Dengan menyimpannya, besar kemungkinan Anda bisa menukarnya kembali di Money Changer tempat Anda pertama kali menukarkannya. Seperti yang saya lakukan.

Tak hanya uang palsu, Anda juga harus menggetahui bahwa ada dua versi mata uang di China, yaitu seri 2005 dan 2015. Meski memiliki bentuk yang hampir sama, namun keduanya memiliki perbedaan.

Tips menawar saat berbelanja di Beijing

Karena pedagang di sana pasang harga gila-gilaan, maka sebaiknya Anda juga harus menawar gila-gilaan. Pedagang di Beijing, memang banyak jenisnya. Walau rata-rata bertampang 'jutek' dan mudah marah, namun jangan patah semangat untuk menawar.

Para pedagang di Silk Street dan Ya Show misalnya, umumnya mereka akan memberikan harga yang sangat tinggi apabila yang datang calon pembeli adalah orang asing dan terkesan baru datang ke Beijing, atau belum mengetahui pasaran harga. 

Pedagang umumnya akan menawarkan harga gila-gilaan hingga dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dari harga yang sesungguhnya.

Sejumlah warga asing yang sudah lama tinggal di Beijing, dan berpengalaman belanja di pusat belanja, bahkan menyarankan pada calon pembeli untuk berani menawar dengan harga seperempat dari harga yang ditawarkan.

Biasanya penjual akan marah-marah, karena pembeli menawar dengan harga yang menurut mereka tidak masuk akal. Namun, itu adalah kesempatan bagi pembeli akan tarik ulur menaikkan penawaran harga dan paling tinggi menaikkan hingga setengahnya. 

Penjual biasanya, tidak akan berani melepas si calon pembeli untuk tidak membeli di tokonya. Apalagi, jika pada musim sepi di saat pembeli tidak banyak dan toko yang menjual produk serupa juga terdapat banyak di sekitarnya. 

Karena itu, ada baiknya memang bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Beijing dan ingin belanja, tetapi belum tahu seluk-beluk belanja, hendaknya ditemani orang lain yang sudah lama tinggal di Beijing, misalnya teman atau kerabatnya. (asp)

Topik Terkait
Saksikan Juga